Mendongkrak Pasar Adenium Kembali Bergairah

oleh:prayogi waluyo

REALITA pasar menunjukan bahwa perdagangan adenium mulai dari hilir hingga hulu sedang merosot. Berbagai pihak yang terlibat langsung dalam perputaran roda adenium di pasar tidak menampik kenyataan itu. Namun mereka membantah keras kalau dikatakan sudah tidak diminati. Justru lebih setuju kalau disebabkan karena siklus perubahan dalam perjalanan perkembangan tanaman hias yang bisa mengalami pasang surut.

Adenium bukan satu – satunya tanaman hias yang mengalami kemerosotan pasar dalam perjalanannya. Maka langkah apa yang harus dilakukan agar pasar kembali bergairah, sebab peminat adenium secara umum masih banyak. Hal ini merupakan tantangan bagi pihak yang terlibat langsung terhadap perputaran roda adenium.

“ Kalau peminatnya masih cukup lumayan hanya saja pada lapisan penghobi menengah atas justru minat belinya terbagi konsentrasinya kepada tanaman yang sedang booming. Hal itu bisa dimaklumi karena budaya ikut-ikutan. Kalau tidak punya koleksi tanaman yang sedang ngetren khawatir dianggap tidak mengikuti perkembangan tanaman,” ujar H. Chusnurrofik ketua PPADI Kab Sumenep.

H. Chusnurrofik, optimis kelak adenium bisa bangkit lagi karena sudah familiar dengan semua lapisan masyarakat yang gemar tanaman hias. Apalagi saat ini harganya lebih terjangkau. Hal itu dibuktikan ketika dia menggelar pameran tanaman hias dan kontes adenium kali kedua sejak PPADI Kab Sumenep terbentuk. Pengunjung banyak yang membawa pulang adenium.

Pengalaman Sony petani sekaligus pedagang adenium di Gresik selama ikut pameran di Banjarmasin Lautan Bunga 2007 yang diselenggarakan Ijo Royo Organiser Surabaya mendapat respon pasar di luar dugaannya. Ia harus kembali ke Gresik mengambil adenium lagi untuk mengisi stok yang mulai menipis lantaran laris terjual di kota seribu sungai itu. Artinya pasar adenium di luar pulau kembali terbuka lebar meski anthurium sudah memasuki pulau Borneo.


Free Domains Hosting at .co.nr

Eddy Sutioso bos Santa Pet Store and Nursery di jalan HR Muhammad Surabaya mengatakan pada bulan Desember 2006 pihaknya menggelar bursa tanaman khsusus adenium di halaman nurserynya. “ Stan yang kami sediakan gratis. Kegiatan ini, upaya kami menggairahkan kembali adenium di pasaran,” ujarnya saat berbincang dengan majalah Kembang di stannya pada pameran di AJBS Surabaya.

Eddy sependapat kalau pasar adenium akan bergairah lagi. Bahkan prediksinya pada tahun 2008 akan mengalami perkembangan yang signifikan. Di kalangan komunitas tanaman hias memang sudah ada kasak-kusuk bahwa adenium masuk dalam barisan di antara tanaman hias yang bakal laris pada tahun 2008.

Meski demikian, para pedagang khususnya yang sering ikut pameran dituntut lebih kreatif pola berdagang. Tidak hanya menunggu bola pengunjung mampir dan beli daganganya. “ Saya sering memberi saran hal apa yang harus diperhatikan dan dilakukan ketika berjualan. Jangan hanya berteriak saja ketika dagangannya sepi lantas komplain atau menyalahkan panitia, kenapa kok sepi. Mana pengujungnya. Kok tidak ada yang beli dan berbagai alasan lain ditujuhnya pada penyelenggara. Apakah kondisi seperti itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab panitia? Yang pasti tanggung jawab bersama,” terang Nizam.

Kreatif yang dimaksud Nizam adalah menampilkan sesuatu yang manarik perhatian pengunjung untuk mampir ke stan. Misalnya di dalam stan melakukan kegiatan atau demo membentuk percabangan akar seribu, grafting atau membuat kreasi adenium unik. Menggantung bonggol berakar serta mendiplay adenium yang sedang dalam proses pembentukan akar juga manarik untuk ditampilkan.

Cara menata dagangan juga berpengaruh terhadap daya tarik pengunjung. Seperti penempatan tanaman yang menjadi mascot penjualan dagangan kita. Ciptakan kesan kalau tanaman yang kita jual itu ekslusif sehingga pembeli tidak berfikir lagi soal gengsi apabila membeli tanaman tersebut.

Usahakan semua tanaman yang dijual ditempatkan pada tempat yang representative di sebuah rak yang tertata rapi. “ Menggunakan pot plastic ukuran 35 ke atas juga bagus katimbang bergeletak di bawah. Selain ringan juga praktis cara membawanya karena tidak banyak memakan tempat saat pengangkutan,” ujar Nizam memberi ide.

Menghias stan yang kita tempati agar nampak beda dengan yang lain juga menarik untuk dilakukan. Seperti yang kerap kita lihat pada pemeran pembangunan, property, otomotif dan sebagainya. Menggunakan sales khusus (misalnya SPG) yang berpenampilan menarik, cakap dalam menarik pembeli kiranya perlu pula dicoba.

Jika pedagang sudah menguasai kiat menjual khususnya di pameran maka kepanikan menyikapi kondisi pasar akan lebih arif. Tidak harus emosional dengan membanting harga. Dan melakukan praktik pembohongan barang yang dijual kepada calon pembeli khususnya yang belum paham perihal tanaman yang akan dibeli.

Jika semua pemaparan di atas bisa diterapkan maka suasana pemeran tanaman hias pun menjadi nyaman dan eksklusif. Pedagang tidak lagi berteriak – teriak melampias kejenuhan lantaran barang dagangannya belum laku. Maka secara bertahap pula pasar adenium bisa bergairah lagi. Seperti jawaban Nizam ketika ditanya bagaimana perkembangan pasar adenium? “ Menunggu para pedagang yang asal banting harga sudah tidak ada”

Menurut Ir Slamet Budiarto, pohon adenium memiliki banyak kelebihan katimbang tanaman lainnya. Mulai dari bonggol, batang hingga daunnya bisa dinikmati penghobi. Dan punya penggemar sendiri, misalnya ada yang tertarik pada keindahan bunganya, atau bonggol dan batangnya yang bisa dibuat menjadi suatu karya seni yang sensasional. “ Selain itu perawatan adenium sangat mudah sehingga bisa menjadi tanaman yang memiliki tren jangkah panjang,” tutur Slamet. (Majalah Kembang Edisi 6/2008)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s