Cina Jual Lorentii Lebih Murah

oleh:prayogi waluyo

Selain keindahan warna daun beragam, bentuknya unik, Sansevieria juga punya manfaat dalam kehidupan sehari-hari sebagai anti polutan dan anti radiasi, berkhasiat herbal serta bahan tekstil. Pasar manca negara seperti Jepang, Korea, Amerika, Belanda dan Inggris pun menunggu pasokan khususnya jenis Lorentii. Petani Indonesia, Cina, Malaysia berebut peluang. Namun Cina lebih unggul dalam kompetisi harga.

“ Harga Lorentii yang dipasok dari Cina empat kali lebih murah dibanding Indonesia. Dengan kalah bersaing harga akan menyebabkan kita kesulitan untuk ekspor. Padahal peluang lorentii untuk memenuhi kebutuhan pasar manca negara masih ada,” ungkap Hamid Baraja petani dan eksportir Sansevieria dari Malang pada acara Sarasehan Pengembangan Tanaman Hias Jawa Timur, Oktober 2008 di Surabaya

Efendi, Ketua Umum Komunitas Masyarakat Sansevieria (Komsa) Surabaya, menambahkan, adanya permintaan tanaman jenis sansevieria khususnya lorentii dari manca Negara karena manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari beragam. Selain keindahan warna daun yang beragam serta bentuknya unik juga berdasarkan hasil penelitian para ahli menyebutkan sebagai anti polutan dan anti radiasi, berkhasiat herbal serta bahan tekstil.

“Manfaat Sansevieria yang beragam inilah jelas punya nilai ekonomis sangat baik,” ujar Kasubdin Produksi Hortikultura Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Ir. Bambang Heryanto selaku penggagas acara Sarasehan berkerjasama dengan Komsa yang dihadiri sebagain besar Dinas Pertanian Daerah di Jatim, organisasi flora seperti PPADI Jatim dan Aspeni Jatim.

Menurut Achmad Hari, Ketua Harian Komsa Surabaya, untuk mempertahankan peluang pasar ekspor diperlukan terobosan dalam budidaya. Sehingga Hamid Baraja, satu-satunya eksportir yang masih bertahan meski mendapat profit sedikit dengan kemampuan ekspor sekitar 20 ribu / tahun kelak mendapat mitra.

“ Kita harus jeli cari peluang ekspor jenis sansevieria selain lorentii. Contoh, jenis Bantle yang mulai dilirik pasar di Inggris. Atau jenis Sansevieria daun keras. Meski Sansevieria daun keras perkembangbiakan lambat dan sulit melalui proses kultur jaringan tapi pasar masih membutuhkan dan petaninya belum ada. Thailand yang dikenal jago dalam hal kultur jaringan pun angkat tangan, “ terang Achmad yang pernah berburu Sansevieria ke negeri Gajah Putih,

Ia menegaskan, salah satu sifat tanaman Sansevieria adalah mudah mengalami mutasi. Jika diperbanyak tidak melalui tunas, maka anakan yang muncul akan menyimpang dari induknya. Budidaya secara konvensional dengan skala rumah tangga lebih mudah dilakukan. Jika kapasitas produksi kurang banyak karena keterbatasan lahan, bisa dikembangkan dengan system plasma dengan RT-RW di suatu wilayah

“ Komsa saat ini sedang menjalin kerjasama dengan salah satu komunitas tanaman hias di suatu wilayah di Surabaya untuk budidaya sansevieria. Saya berharap program Komsa ini mendapat dukungan dan sejalan dengan program Pemerintah Kota Surabaya yang menjadikan beberapa wilayah di Surabaya sebagai sentra tanaman hias, seperti di wilayah barat adalah tanaman adenium, sansevieria, pochipodium dan ephorbia, “ ujarnya yang berharap program Komsa diketahui Pemerintah Kota Surabaya melalui Ir Aminudin dari Dinas Pertamanan Kota Surabaya yang hadir dalam acara Sarasehan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s