Mahal Pasti, Murah Tak Mungkin

oleh:prayogi waluyo

Tidak mengenal market conditions. Itulah keunggulan yang dimiliki tanaman ordo cycadales dalam peta tanaman hias di dunia dan Indonesia khususnya. Kendati market forces keberadaannya tidak terlihat transparan, tapi detak keranjingan para kolektor dalam memburu jenis tanaman purba ini layak dikategorikan sangat gila-gilaan. Bagaimana tidak. Jika hati sudah kepincut, maka sedalam berapa pun isi kocek tertumpah pasti akan dilakukan para kolektor. Karena itu telah menjadi rahasia para kolektor, bahwa harga dan nilai tanaman ordo cycadales dapat diprediksi. Mengapa ini terjadi?

Bagi kolektor tanaman jenis ordo cycadales, menambah jenis koleksi bak sebuah agama kedua yang harus ditaati. Berhasil menambah koleksi, diyakini akan melahirkan sebuah kebanggaan dan kepuasan batin tersendiri yang tak dapat dinilai dengan materi apa pun – apalagi jika tanaman yang berhasil dimiliki itu merupakan jenis langka. Sehingga nilai rupiah pun di depan tanaman purba ini seakan tidak memiliki nominal price. Tak pelak lagi mengoleksi jenis tanaman yang konon makanan kesukaan dinosaurus ini bak mengoleksi share of no par value (saham tanpa nilai nominal).

Dengan tingginya citra tanaman purba ini dalam pasar komunitas kolektor, maka banyak pemilik nursery di Indonesia tertarik untuk coba-coba menekuni stock market yang sangat menggiurkan dan menjanjikan keuntungan berlipat kali, dari market movement (pergerakan pasar) tanaman hias lain yang kondisinya dapat diciptakan oleh para mafia tanaman hias. Mengapa demikian.

Ini karena mengembangkan tanaman jenis ordo cycadales ini, bukan sebuah pekerjaan gampang. Meski populer sebagai jenis tanaman yang tangguh terhadap pengaruh musim, tapi tidak semua jenis dapat dikembangkan di Indonesia yang memiliki dua musim. Karena itu, hanya jenis sikas, ence dan palem yang mampu hidup di dua musim saja yang ada di pasar Indonesia. Itu pun terbatas pada jenis-jenis yang harga pasar maksimalnya puluhan juta rupiah saja, sementara yang nilainya ratusan juta rupiah ke atas harus didapat dengan cara lumayan rumit.

Kendati demikian, nursery yang memiliki stock sikas, ence, dan palem atau jenis langkah lain sudah dapat membusungkan dada. Cukup dengan memanfaatkan teknik below the line promotion (promosi terselubung) antar kolektor, maka rupiah puluhan juta yang terus meningkat sudah menanti di depan mata. Sebab makin bertambah umur tanaman itu, maka nilai pasarnya akan meroket.

Kondisi pasar sikas, ence, dioon, dan zamia yang terus melambung, dalam analisa Wied Setya Sanjaya -Pemilik Sawah Hijau Nursery di Prigen, karena jenis-jenis tanaman pura ini belum dapat dikembangkang-biakkan secara massal. Sehingga jumlah yang ada di pasar sangat terbatas, apalagi untuk jenis-jenis langka. Kondisi ini memuat hukum ekonomi berlangsung stabil.

“Hingga saat ini, mayoritas nursery yang memiliki koleksi tanaman purba ini, karena sisa import. Dengan adanya larangan ekspor tanaman purba ini oleh pemerinta Afrika, juga batasan ekspor yang diberlakukan Australia, saya yakin harga pasar tanaman ini akan terus bertambah,” ujar arsitektur.

Unik Dicari

Kondisi sikas yang tumbuh standart alias belum bercabang, mungkin masih murah.Tapi bila sikas, ence, dioon, zamia maupun palem, yang punya bentuk unik serta jenisnya sudah langkah di Indonesia, pasti harganya selangit.

“Sebelum BBM mengalami kenaikan, yang mencari sikas, ence, dioon, zamia, maupun palem lumayan banyak. Dalam sebulan, minimal dua hingga lima tanaman saya berpindah tangan,” kata Rustamaji, pemilik Barokah Nursery – Batu.

Jenis sikas yang dicari kolektor, menurut pria berambut perak ini, adalah jenis mawar jambe. Disamping sudah umum dikenal masyarakat, mawar jambe harganya masih tergolong murah. Mawar jambe berdaun 2 dengan ketinggian tak lebih dari 15 cm, bisa laku dengan harga Rp 25 ribuan.

Sedangkan Andi Chandra – kolektor jenis ence asal Sidoarjo, menilai tanaman ordo cycadales sampai kapan pun tetap mahal. Ini terjadi akibat dari market segment yang ada di kalangan atas, sehingga nilai sebuah tanaman tidak ditentukan oleh faktor musim. Namun, bergantung pada sifatnya seperti jenis kelangkaannya dan kebanggaan berhasil memiliki koleksi dari kolektor lain. Yang secara ekonomi sebagai tolok ukur strata prestise seorang kolektor dibanding kolektor lain.

Untuk jenis ence unik, langka, dan artistik, ditambahkan Andi, harganya akan terus membubung. Artinya, harga tanaman itu tidak tidak hanya dipengaruhi oleh fluktuasi pasar, tapi juga tergantung ’si empunya’ tanaman. Pasalnya seorang kolektor sejati, pasti akan sulit melepas koleksinya untuk memuaskan dan membanggakan kolektor lain.

Pendapat senada dilontakan Arpai dari UD Artha Nursery Batu-Malang. Mahalnya harga pasar jenis sikas, ence, dioon, zamia dan palem, menurut penggemar rokok kretek ini, karena peta pengetahuan yang dikuasai para kolektor sangat berimbang. Kendati demikian, tidak jarang terjadi eorang kolektor mencoba untuk memiliki jenis-jenis tanaman purba yang langkah dengan harga di bawah pasar sebagaimana pengetahuannya.

Ia contohkan, penawaran atas palem jenggot koleksinya. Koleksi kebanggaannya itu ditawar kolektor palem dan sikas dari Jember seharga Rp 6 juta. Diakui, penawaran itu tentu saja ditolak. Selain, nilainya jauh di bawah pasaran jenis palem langka, juga tertahan oleh faktor kesulitan untuk mendapatkan palem jenggot pengganti. Kalau pun ada, peluangnya kecil untuk dapat ditebus dengan harga Rp 6 juta.

“Semua kolektor sangat tahu akan tingginya harga palem jenggot di pasaran. Karena itu, saya sulit untuk melepaskan. Sebab uang hasil penjualan tidak akan cukup untuk biaya menemukan jenis yang sama,” kata pria yang populer sebaga eksportir bonsai ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s