SMP 1 Negeri Pacet Incar Predikat Internasional

oleh benendik – Swara Majapahit
Penampilan tidak selalu sama dengan kondisi yang dimiliki. Sekolah di desa tidak selalu sekolah desa. Citra itulah yang kini disandang SMP Negeri 1 Pacet. Predikat Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) pun kini tengah menjadi obsesi mereka, setelah predikat Sekolah Standar Nasional (SSN) berhasil diregamnya sejak tahun 2006.


PAGI itu matahari di atas Pacet terlihat redup berbedak kabut. Udara pun terasa sejuk menggigit kulit. Kendati demikian, para siswa-siswi SMP Negeri 1 Pacet, di desa Petak Kecamatan Pacet, terlihat penuh semangat. Dengan wajah memancarkan keoptimisan, mereka sudah berdatangan saat kabut pagi masih menghias jalanan desa. Mengapa demikian.

Dari data lapangan, optimisme para siswa SMP yang menyandang predikat SSN sejak 2006 ini untuk meraih predikat SBI, karena termotivasi keberhasilan senior lulusan tahun ajaran 2007-2008. Selain lulus seratus persen dengan rata-rata siswa menghadirkan citra Gain Score Assistment (GSA) atau pencapaian nilai rata rata nasional 8,45. Sehingga memboyong peringkat kedua prestasi kelulusan SMP terbaik se-Kabupaten Mojokerto.

Pada saat ini sekolah yang berjartak sekitar 2km dari Taman Wisata Desa, di jalur wisata Pacet ini sudah memiliki sarana dan prasana lengkap sebagaimana Sekolah Standar Nasional lain. Selain memiliki tujuh kelas untuk kelas VII, lima kelas untuk kelas VIII, dan lima kelas untuk kelas IX, ternyata sekolah yang memiliki siswa sebanyak 602 murid dengan tenaga pendidik 38 orang plus seorang kepala sekolah, serta 14 karyawan ini, pada saat ini memiliki program “hutan sekolah” dengan target membuat para siswa berbudaya dalam pemeliharaan dan pemuliaan tanaman.

Tidak hanya itu, sekolah yang telah memiliki beberapa ruang laboratorium bahasa dan biologi ini tengah melakukan pembangunan ruang media. Sebuah ruangan untuk pengajaran mata pelajaran internet, yang akan dilengkapi teknologi wi-fi atau hotspot. Sehingga setiap siswa dapat melakukan akses internet tanpa sistem perkabelan.

Selaras dengan pembangunan ruang media tersebut, sebuah terobosan baru dilakukan dalam memahami proses kerja mengarungi dunia maya. Yaitu, membuka satu kelas E-learning (Electronic learning). Kelas khusus yang maksimal mendidik 24 siswa, dengan fasilitas masing-masing siswa membawa laptop sebagai sarana belajar.

”Pembangunan kelas E-learning ini merupakan salah program rintisan menjadikan sekolah ini disetujui Jakarta meraih predikat SBI,” kata Kepala Sekolah Heru Subiyantoro Spd.MM,.

Harapan pria yang memimpin SMP Negeri 1 Pacet sejak awal 2008 ini, rintisan pembangunan ruang media dan kelas E-learning itu dapat mengembangkan potensi siswa. Proses pembelajaran berbasis media tehnologi informatika itu menggunakan pengantar bahasa nasional dan bahasa Inggris.

Instruktur Profesional

Sebagai pendukung pencapaian predikat SBI itu, sekolah yang berdiri sekitar tahun 1980-an itu sudah mewajibkan para guru dan karyawannya piawai mengoperasikan komputer. Bahkan, sejak Oktober 2008, seorang instruktur bahasa Inggris professional yang menguasai toefl (test of English as a foregn language) didatangkan untuk mengajar para guru dan karyawan. Targetnya setahun kedepan, sekolah ini memiliki guru dan karyawan yang mampu berkomunikasi bahasa Inggris.

Diakui Heru Subiyantoro pula, bahwa dirinya bertekat melakukan suatu perubahan sistem pendidikan yang membumi. Sehingga kelak akan terwujud SMP Negeri I Pacet sebagai sebuah sekolah unggulan di bidang akademis, disiplin, agamis dan kompetitif.

“Obsesi saya dan para pengajar disini, SMP Negeri 1 Pacet akan selalu menjadi sekolah yang dijadikan tauladan dalam sistem pendidikan oleh sekolah-sekolah lainnya,” katanya.

Aplikasi obsesinya itu ditunjukkan dengan sikap kebapakan, dengan harapan akan membangun rasa kebersamaan. Sehingga atmosfer nyaman dan menyenangkan diantara para guru dan karyawan.

”Saya yakin jika atmosfer nyaman dan menyenangkan ada diantara para guru dan karyawan, maka rasa disiplin, mencintai pekerjaan dan komit terhadap tanggung jawab masing masing akan terbangun dengan sendirinya. Pencapaian peningkatan kredibiltas dan rasa profesionalisme pun bukan lagi sebuah pekerjaan yang sulit,” ujarnya.

Ditambahkan Iwan Happy Umara Spd, Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum yang ditunjuk sebagai salah satu penanggung jawab program Rintisan Sekolah Berstandar International (RSBI), program-program yang sedang dilaksanakan itu merupakan proyek untuk menjadikan seluruh komponen sekolah memahami dan terampil menggunakan program-program aplikasi komputer sesuai tugas dan fungsi masing masing. Sehingga pada saatnya nanti, SMP Negeri 1 Pacet yang memiliki sarana dan prasarana berbasis IT ini memiliki sistem managemen informasi terkomputerisasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s