Onde-onde Mengusung Mojokerto Kali Ketiga Masuk Rekor MURI.

oleh: prayogi waluyo

Kali ketiga ini Mojokerto, Jawa Timur memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Pertama sapi kurban yang beratnya 1,2 ton. Kedua 8.276 pengguna alat kontrasepsi. Ketiga menggoreng 16 ribu onde-onde yang diikuti 400 perserta dari Kota maupun Kabupaten Mojokerto.

Pencapaian rekor ini, kata Sri Widayanti perwakilan MURI sudah terdaftar dalam catatan rekor MURI No 4139/R.MURI/II/2010 katagori makanan.”Penghargaan MURI ini diberikan atas dukungan terhadap kuliner lokal di Indonesia,” katanya di sela sela acara Minggu (14/2).
Acara yang digelar Keluarga Mahasiswa Mojokerto (KMM) di jalan sekitar Alon-alon Kota Mojokerto dimulai pukul 09.00 WIB dan diikuti 400 peserta terbagi 200 tim dari Kota maupun Kabupaten Mojokerto. 16 ribu lebih onde-onde berhasil digoreng dengan menghabiskan bahan baku gula 950 kg, tepung 1.300 kg dan wijen 27 kg. Sedangkan minyak goreng 1.200 liter.
“ Semua bahan baku telah disediakan panitia. Peserta cukup membawa peralatan untuk menggoreng termasuk gas elpiji yang diganti oleh panitia Rp 30 ribu per tabung ukuran 3 kg ,” terang Saifulloh, Ketua Pelaksana di sela sela acara.
Agar bisa mencapai target 16 ribu, setiap tim mendapat jatah menggoreng 80-100 onde-onde. Dengan asumsi jika satu wajan menampung minimal 20 onde-onde.Untuk menghasilkan gorengan yang sempurna dibutuhkan waktu pengorengan sekitar 40 menit.
Acara mengoreng onde-onde ini kata Saifulloh bukan kali pertama. Tahun 2007 juga pernah digelar di Kota Mojokerto dan berhasil menggoreng sekitar 9.000. Namun usai acara tersebut tidak berlanjut pada perkembangan pasar bahwa onde-onde merupakan jajanan khas Mojokerto.
“ Sejak dulu Mojokerto dikenal sebagai ‘Kota onde-onde’. Hampir semua toko kue di Mojokerto menyediakan jajanan ini. Namun sekarang icon itu menjadi tenggelam lagi. Kami-(KMM ) dalam even ini menetapkan icon dan hari onde-onde Mojokerto se-dunia pada 14 Februari. Dan perlu diketahui acara ini menghabiskan dana sekitar Rp 80 juta murni tidak menggunakan dana APBD, PAK, DAK, DKK,” paparnya sembari mengatakan kalau usai acara selesai, onde-onde ini akan dibagikan kepada pengunjung yang hadir dan warga yang melintasi alun-alun.* pw1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s