Pilwali Kota Surabaya Yusuf Husni Siap Maju Bersama Partai Lain

oleh: rokimdakas

Drs.H. Yusuf Husni, Apt. Politisi Partai Golkar yang siap bertarung dalam pemilihan Walikota Surabaya ini menggugat induk partainya karena hingga hari ini belum mendapat jawaban atas pengajuannya pada DPP Partai Golkar agar meninjau kembali rekomendasi atau melakukan survei ulang. Jika yang disasar bersikukuh pada pendiriannya Cak Ucup akan menggunakan partai lain untuk memperjuangkan obsesinya menjadi Walikota Surabaya.

Pintu KPU segera dibuka untuk menerima pendaftaran calon walikota dan calon wakil walikota Surabaya periode 2010-2015. Menjelang deadline dinamika politik di Kota Pahlawan bergerak cepat, mesin-mesin politik partai pengusung kandidat melakukan manuver kolaboratif. Di tengah atmosfir seperti itu Drs.H. Yusuf Husni, Apt dari Partai Golkar hadir menunjukkan kelasnya sebagai politisi yang patut diperhitungkan.
Tinggal menghitung hari genderang pesta demokrasi ditabuh di Surabaya untuk memilih pemimpin baru. Bisa dibayangkan massa partai akan berbondong-bondong mengawal jagonya mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya pada tanggal 11 hingga 17 Maret kemudian masa kampanye 16-29 Mei, tiga hari masa tenang, dan hari pencoblosan berlangsung 2 Juni 2010. Dari berbagai tahapan, proses pendaftaran pasangan calon ke KPU yang paling menyita perhatian. Ketika garis finish sudah di depan mata, partai-partai pengusung kandidat mengembangkan kerja-kerja politik secara intensif, tidak terkecuali Yusuf Husni (Cak Ucup).
Yang menarik dalam mengamati Pilwali, persepsi pengamat politik dengan politisi tampaknya berseberangan. Menurut Cak Ucup, pengamat selalu menyatakan calon yang hendak tampil dalam kancah Pilwali hendaknya berdasarkan survey jika hasilnya tidak bagus maka sebaiknya mengurungkan diri. Namun parameter seperti itu tidak berlaku bagi politisi.
MOMEN PENTING
“Sebagai politisi, Pilwali merupakan momen politik yang amat penting untuk itu saya harus hadir terlepas dari kalkulasi kalah atau menang,” tutur Ketua Kosgoro 1957 yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Panca Marga, Ketua AMPI Surabaya, Wakil Ketua FKPPI Surabaya, Ketua Pemuda Laskar Hisbullah Jatim serta Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jatim. Di tengah polemik penetapan calon kubu Golkar, mantan anggota DPRD Kota Surabaya dan Provinsi Jawa Timur kelahiran Bangkalan, 20 September 1957 ini terus melakukan sosialiasi, menyapa massanya.
Merasa dikadali Cak Ucup meradang. Polemik yang berkembang di Golkar bersumber pada sikap DPP yang dia nilai tidak adil. Ketika Golkar menerbitkan rekomendasi pertama berdasar survey LSI muncul tiga nama untuk posisi cawawali antara lain, Adies Kadir (Ketua Golkar Surabaya), Yusuf Husni dan Edy Budi Prabowo (mantan Ketua Golkar Surabaya) kemudian ditawarkan sebagai pendamping Arief Affandi cawali Partai Demokrat. Ketika permohonan itu belum mendapat respon tiba-tiba muncul rekomendasi kedua yang menetapkan Adies Kadir sebagai calon wakil walikota mendampingi Arief Affandi dari Partai Demokrat.
“Logikanya, kalau turun rekomendasi pertama tidak akan ada rekom kedua, tetapi jika diterbitkan rekom kedua maka tentu harus dipertimbangkan menerbitkan rekom ketiga,” tutur Cak Ucup yang mensinyalir adanya konspirasi para petinggi partai. Buktinya, surat rekomendasi yang menyatakan Adies Kadir sebagai pilihan Golkar sampai hari inipun belum ditunjukkan di depan publik.
Sementara berdasarkan hasil survey yang dilakukan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), popularitas Cak Ucup sebesar 6,6 persen, Adies kadir (4,2 persen) dan Dhimam Abror (0,9 persen). Sedangkan suara mengambang sebesar 78,3 persen. Direktur eksekutif Puskaptis Husin Yazid menjelaskan survey Puskaptis dilakukan pada 10-15 Januari 2010 dengan menggunakan teknik multi stage random sampling. Jumlah responden atau sampling sebanyak 1.250 orang, tersebar di lima daerah pemilihan dan 31 kecamatan di Surabaya. Margin error sekitar tiga persen dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.
DIGANTUNG DPP
Skenario pengebirian tidak berhenti sampai di situ, kompetitornya melontarkan isu bahwa Cak Ucup mau mundur jika diberi konpensasi Rp 6 miliar. Secara telak dia layangkan surat protes pada DPD Golkar Jatim agar mengadakah rapat harian untuk meluruskan kabar burung tersebut. “Bagi saya ini sudah keterlaluan karena black campaign tersebut bisa membunuh karakter . Oleh sebab itu DPD harus segera menggelar rapat untuk menuntaskan masalahnya,” tandas Ketua Biro BUMN dan BUMD Kadin Jatim yang membina jaringan UKM di berbagai wilayah di Jawa Timur ini.
Semakin dekat jadwal pendaftaran di KPU, Cak Ucup terus mengembangkan komunikasi dengan induk partainya seraya menagih agar DPP Golkar segera menjawab suratnya. Sebab ada aspirasi yang berkembang di tingkat PK (Pengurus Kecamatan) Golkar yang mendesak Arif Affandi agar segera menentukan sikap, siapa yang dikehendaki sebagai wakilnya?
Jika Partai Demokrat menolak Adies Kadir maka Golkar harus segera menyusun skenario baru mengajukan Yusuf Husni sebagai calon Walikota Surabaya. Karena di DPRD Surabaya partai berlambang beringin ini hanya memiliki 5 kursi maka perlu mencari tiga lagi dari partai lainnya.
Akan ada kemungkinan lain, apabila DPP Golkar bersikukuh pada pendiriannya dan Partai Demokrat menerima pinangan Golkar sebagai wawali maka pada saat itulah Cak Ucup mengibarkan bendera partai lain menandai keberangkatannya bertarung memperebutkan kursi Walikota Surabaya. Dalam peraturan Golkar masa kini, langkah seperti itu diperbolehkan asal pada saat kampanye tidak menggunakan atribut partai.
Ganjalan yang berlangsung hingga detik ini adalah sikap DPP Golkar belum juga memberi jawaban atas usulan Cak Ucup. “Saya merasa ‘digantung’ oleh DPP sehingga tidak bisa mengambil keputusan penting. Bisa saja mereka khawatir kalau saya tampil dengan menggunakan partai lain kemungkinan besar akan menang karena mesin politik yang saya pimpin begitu banyak dan militan” tutur Cak Ucup menafsir fenomena yang mengungkung dirinya.
Kekhawatiran tersebut tampaknya beralasan jika menyimak jaringan organisasi kepemudaan yang dipimpin Yusuf Husni sebagai modal perjuangan. Arek Surabaya ini menyakini langkahnya akan tercatat dalam dinamika sejarah demokrasi Indonesia.* kim/pw1

Komentar Mereka :
Yusuf Husni Kader Unggulan Golkar
Tampilnya Drs H. Yusuf Husni, Apt dalam pemilihan Walikota Kota Surabaya kiranya mendapat dukungan dari banyak tokoh, berikut penuturan mereka tentang Cak Ucup, sapaannya semasa kecil.
Akbar Tanjung □ Tokoh Golkar
Yusuf Husni merupakan kader unggulan Partai Golkar, loyalitasnya tidak diragukan. Kemampuannya sebagai pimpinan telah teruji di bidang organisasi kepemudaan, partai politik maupun organisasi profesi dan popularitas bagus. Dia sosok yang energik, humanis dan layak menjadi Walikota Surabaya.
Dr. Agung Laksono □ Ketua Umum Kosgoro 1957 □ Menko Kesra
Bila ada kader Kosgoro yang tampil dalam pemilihan Kepala Daerah maka saya perintahkan bagi segenap kader Kosgoro untuk mendukung dan berjuang mati-matian untuk memenangkannya.
Prof Dr.H. Sam Abede Pareno □ Akademisi
Dari sekian calon Walikota Surabaya hanya Yusuf Husni yang visinya jelas. Dia menempatkan budaya sebagai landasan setiap kebijakan sehingga mewarnai setip pembangunannya. Bila program ini terwujud maka Surabaya akan mengalami perubahan dahsyat karena solidaritas Arek Suroboyo bisa mempercepat proses pembangunan.
Mbah Min □ Sesepuh Warga Madura
Saya sudah lama kenal Cak Ucup, dia orangnya blater, pergaulannya luas. Secara moral dia tidak pernah cacat dan sikapnya pemberani. Dengan modal tersebut tidak sulit bagi Cak Ucup untuk meraih simpati masyarakat. Saya ajak masyarakat Madura di Surabaya agar mendukung Cak Ucup menjadi Walikota Surabaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s