H. Mustofa Kamal Pasa, Bacabup Mojokerto Diganjal Golkar Tetap Maju Bersama 7 Partai

oleh: prayogi waluyo, rokimdakas

H. Mustofa Kamal Pasa, Bacabup Mojokerto


“Jika terpilih menjadi pemimpin saya akan bekerja atas dasar kejujuran, ikhlas dan amanah.” Itulah statement H. Mustofa Kamal Pasa, SE, bakal calon Bupati Mojokerto yang ‘dijegal’ Partai Demokrat dan Golkar tampaknya tetap maju didukung 7 partai. Suasana Pemilukada di Bumi Majapahit bakal seru oleh pertarungan kandidat yang mewakili anak muda dengan generasi tua.

Obsesi H. Mustofa Kamal Pasa untuk merebut posisi Bupati Mojokerto tampaknya menghadapi berbagai tipu daya. Semula dia memperoleh rekomendasi dari Partai Golkar namun ternyata ditarik dan diberikan kepada kompetitornya, H. Suwandi. Partai Demokrat yang semula mendukungnya menarik diri. Dan, meskipun dia pengurus Nahdlatul Ulama namun juga direseki oleh beberapa anggota Banser yang memblokir pintu pagar gedung NU yang akan digunakan deklarasi, Rabu (17/03) pagi.

Anggota Banser yang memblokir pintu pagar gedung NU yang akan digunakan deklarasi


“Saya tetap maju, apapun yang terjadi,” tutur Mustofa sesuai deklarasi bersama pasangannya, Dra.Hj. Choirun Nisa, MPd. Karena terkesan sebagai sosok yang teraniaya oleh politicking Golkar dan Demokrat yang masing-masing memiliki 5 kursi di DPPRD Kab. Mojokerto kemudian dia didukung oleh 7 partai yang memiliki 21 kursi masing-masing PKS memiliki 4 kursi, PKB (5), PPP (3), PBB (3), PKPB (2), PAN (3) dan Patriot 1 kursi.
Menurut Syaiful Fuad, penanggup jawab pemenangan, dengan dukungan partai peraih 21 kursi di DPRD Kab. Mojokerto maka kalkulasi kemenangan Mustofa sudah mencapai 50 persen. Masalahnya, apakah militansi mesin politik partai pengusung Mustofa Kamal Pasa – Choirun Nisa bisa terjaga dan tergarap hingga lapis pedesaan? Anggota dewan dari PKB tersebut menyakini bahwa lapisan akar rumput cukup militan terhadap Mustofa karena dikenal dermawan.
AGENDA PERJUANGAN
KH. Irfan Mansyur, pimpinan ponpes, Ketua NU Kab. Mojokerto yang juga suami dari Choirun Nisa menyatakan, “Sejak awal sudah saya katakan, apabila niatan Mustofa menjadi bupati hanya karena ingin jabatan atau materi sebaiknya tidak usah maju ke bursa Pilbub tapi kalau ingin memperbaiki taraf hidup rakyat miskin, memperbaiki perekonomian dan penididikan maka saya akan mendukung secara penuh.”
Deklarasi yang berlangsung di area milik Mustofa di Jl. RA. Basuni 391 Sooko berlangsung meriah. Dalam orasi politiknya Mustofa – Nisa menyampaikan agenda perjuangannya yang mencakung masalah pemberdayaan ekonomi bagi warga di 304 desa, meningkatkan mutu pendidikan, memperbaiki layanan kesehatan dan layanan publik.
“Sejak awal saya sudah berikrar bahwa perjuangan saya untuk menjadi bupati bukan karena jabatan atau harta. Sebagai pengusaha saya sudah cukup. Oleh karenanya saya ingin mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat. Sebagai anak muda saya punya cita-cita besar untuk mewujudkannya,” tutur Mustofa penuh semangat. *kim/ pw1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s