Peresmian Gelora Bung Tomo 6000 Penari Siap Meriahkan Pembukaan

oleh: rokimdakas

Sebanyak 6.000 penari tengah dipersiapkan untuk memeriahkan peresmian proyek prestisius, Gelora Bung Tomo. Semula Dispora mengajukan anggaran peresmian sebesar Rp 12,1 milyar namun akhirnya dikepras oleh DPRD Surabaya menjadi Rp 1,08 M. Sejak dicanangkan pembangunannya Surabaya Sport Center yang menalan dana Rp 440 Miliar selalu disorot masyarakat karena proyek yang dikebut penyelesaiannya menjelang pemilihan walikota Surabaya ini rawan KKN.
Pembangunan mega proyek Surabaya Sport Center yang diberi nama Gelora Bung Tomo di Kelurahan Pakal, Benowo hampir rampung penggarapannya. Proyek yang menelan dana sebesar Rp 440 Miliar tersebut terbagi atas tiga tahap. Tahap I (Desember 2007-Desember 2008) meliputi pengerukan tanah dan pembangunan fondasi, Tahap II (Januari-Maret 2009) pengerjaan 50 persen stadion utama, indoor, dan masjid. Tahap akhir (Maret-Desember 2009) melanjutkan pembangunan stadion utama, stadion indoor, masjid, dan sarana penunjang sampai tuntas.
Sarana olahraga terbesar dan termewah di Jawa Timur tersebut terdiri atas stadion utama memiliki panjang 281,51 meter, lebar 203,67 meter dan tinggi 43,22 meter berkapasitas 55 ribu penonton. Sementara stadion indoor mampu menampung 10 ribu penonton
Kabid Permukiman Susprijanto menjelaskan bahwa SSC dibangun di atas tiga jenis status lahan. Yakni, bekas tanah kas desa seluas 344.331 m2, milik penduduk (343.299 m2), dan milik PT Citra Land Surya (236.630 m2). ”Memang ada sebagian lahan yang masih dalam proses pembebasan. Tapi, untuk yang dikerjakan sekarang sudah beres semua,” ujarnya
6.000 PENARI
Menjelang peresmian Stadion Bung Tomo pada tanggal 9 Mei mendatang, kini tengah dipersiapkan pertunjukan kolosal tari remo, silat dan senam masing-masing melibatkan 2.000 peraga. Ke-6.000 pemain tersebut membentuk konfigurasi tulisan Suro Ing Boyo, Green Force dan Bung Tomo dengan dominasi warna merah dan putih.
Sariono yang dipercaya untuk menggarap tarian remo mengatakan, dalam menggarap pertunjukan kolosal ini dia melibatkan 50 asisten yang membawahi 31 kecamatan. Masing-masing kecamatan mengerahkan penari pelajar sekitar 50 sampai 100 orang. “Yang sulit adalah mempertemukan para penari karena membutuhkan area luas,” tutur pimpinan Sanggar Putra Bima Respati yang belum mengetahui honorarium yang akan diterimanya atas kerja besar tersebut.
Asesoris yang akan dikenakan pada pergelaran tersebut terdiri atas iket remo, hiasan dada (tir/kace) dan gongseng sementra busana yang digunakan terbagi atas 1000 penari menggunakan kostum putih dan seribu lainnya berwarna merah serta masing-masing memegang bendera.
Ketika ditawari pekerjaan tersebut Sariono mengaku, “sebagi seniman saya selalu siap asalkan penarinya dikoordinir oleh Dinas Pendidikan Kota.” Sementara ini tempat latihannya di arena kantor dinas pendidikan kawasan Jagir dan pertengahan April proses penggrapannya harus selesai.
Kesulitan lain yang dihadapi Sariono dalah pembentukan konfigurasi agar penyusunan warna tertata dengan baik jangan sampai semrawut. Untuk mempermuda proses, setiap guru yang dilibatkan dalam penggarapan tersebut diberi sekeping CD sebagai media panduan.

RAWAN KORUPSI
Sehubungan dengan peresmian, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Surabaya mengajukan anggaran sebesar Rp 12,1 miliar. Ketika kabar tersebut terekspose warga Surabaya berang dan berkomentas di berbagai radio, koran dan televise. Tidak luput Walikota Surabaya Bambang Dwi Hartono yang dengan tegas agar anggarapan yang diajukan itu dikepras.
Menurut dia, prosesi peresmian SSC tidak perlu mengajukan anggaran sebesar itu. Apalagi, Pemkot Surabaya selama ini sudah berpengalaman menggelar even-even berskala besar seperti hari ulang tahun (HUT) Kota Surabaya. Toh anggarannya tidak sebesar itu.
Berdasarkan masukand ari eksekutif, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya menepati janjinya untuk tidak meloloskan draft anggaran yang diajukan Dispora sebesar Rp 12,1 miliar. Setelah dilakukan pembahasan, anggaran tersebut dikepras dan hanya disetujui Rp 1,08 miliar saja.
Beberapa poin draft anggaran yang dikepras karena dianggap tidak penting antara lain, pertandingan sepakbola dengan tim dari luar negeri Rp 1 miliar, bulutangkis internasional Rp 800 juta, hadiah cabang olahraga Rp 1,3 miliar, topi Rp 800 juta dan souvenir Rp 2,5 miliar.
Muhlas Udin, Asisten II Sekota Surabaya mengatakan, DPRD dan Pemkot Surabaya sepakat pembukaan Gelora Bung Tomo tidak perlu terlalu mewah. Dengan Rp 1,08 miliar saja sudah jauh dari cukup. Menurutnya, “Tidak masalah anggarannya dikepras karena kami sendiri terkejut ketika pertama kali anggaran yang diajukan sebesar Rp 12,1 miliar. Anggaran ini tiba tiba muncul tanpa melalui tim anggaran Pemko.”
Sejak awal dicanangkan, proyek SSC dinilai sarat kepentingan dan rawan KKN, kolusi, korupsi dan nepotisme. Memang. (kim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s