Perubahan Iklim Mengancam Keanekaragaman Hayati dan Ketahanan Pangan Nasional

oleh : prayogi waluyo

Menyongsong peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup ( PPLH ) Seloliman yang berada dibawah naungan Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman (YLHS) bermaksud menyelenggarakan Workshop dan Aksi Bersama Penanaman Pohon di sepanjang jalan Ngoro-Seloliman Trawas.

Berkaitan dengan hal tersebut, maka kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam acara yang akan diselenggarakan pada:
Hari : Rabu-Kamis

Tanggal : 26-27 Mei 2010

Waktu : Jam 08.00 WIB – selesai

Tempat : Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman – Trawas

Kegiatan / Tema : ”Perubahan Iklim Mengancam Keanekaragaman Hayati

dan Ketahanan Pangan Nasional”

Narasumber :1.Dr.Achmad Suryana dari Badan Ketahanan Pangan Departeman Pertanian Jakarta

2. Drs.H.Abdul Latif Burhan, MPSI dari Dewan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur
3. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur
4. Drs.H.Satrijo Wiweko,MT dari Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman (YLHS)
Kontribusi : Rp. 200.000,-/ Guru
: Rp. 175.000,-/ Pelajar
( Makalah, Snack, Makan 4 kali, bermalam dan Sertifikat )

Pendaftaran Hubungi

1. Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup ( PPLH ) Seloliman Trawas
Telp: (0321) 6818752/7221045/ 085851834880
2. PPLH Surabaya Telp: 0318297304/34387030

Demikian dari kami atas perhatian dan kerjasamanya kami sampaikan terima kasih.

Hormat kami

Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup

( PPLH ) Seloliman
GH
SUWARNO Manager

PROPOSAL
PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP
TEMA
“PERUBAHAN IKLIM MENGANCAM KEANEKA RAGAMAN HAYATI
DAN KETAHANAN PANGAN NASIONAL”

LATAR BELAKANG
Pemanasan Global atau yang biasa disebut dengan “ Climate “ change saat ini semakin kita rasakan melanda di seluruh dunia. Banyak terjadi bencana alam ( banjir, tanah longsor, gempa bumi, air laut naik, gunung meletus, bahkan mulai bermunculan bintang jatuh ke bumi ), fenomena la mini menunjukkan bahwa sudah tidak ada lagi keseimbangan di muka bumi. Tidak bisa kita pungkiri bahwa semua ini terjadi adalah karena ulah kita sebagai manusia yang selalu mempunyai sifat serakah, cenderung mengekploitasi dan tidak mau mempedulikan keberlangsungan generasi mendatang nasibnya akan seperti apa.
Perusakan hutan ( illegal lodging ) , Penambangan, Eksploitasi laut, Pengindustrian dan masih banyak hal lagi yang dilakukan oleh manusia di muka bumi ini tidak menunjukkan adanya keberpihakan terhadap pelestarian lingkungan. Sesungguhnya Negara kita tercinta Indonesia ini yang merupakan bagian wilayah Negara Asia Tenggara adalah terkenal dengan beragamnya kehidupan Flora dan Fauna, banyaknya species hewan dan tumbuhan yang tinggal di hutan-hutan dan Gunung-gunung yang semuanya merupakan hadiah dari Tuhan yang harus kita jaga kelestariannya, karena banyak sekali tumbuhan yang bisa dimanfaatkan sebagai obat ataupun yang lain. Tetapi dengan adanya ulah kita yang kurang mempertimbangkan bagaimana keberlangsungan hidup mereka nantinya atau bagaimana menyeimbangkan apa yang ada ini. Maka saat ini banyak sekali species-species hewan ataupun tumbuhan mulai hilang.
Begitu pula Indonesia sebagai Negara Agraris yang disebut-sebut sebagai salah satu Negara yang mempunyai ketahanan pangan yang cukup. Namun apa yang terjadi, banyak sekali pengalihan / konversi dari daerah pertanian yang subur menjadi daerah perindustrian dan perumahan. Hal ini dapat kita lihat dengan banyaknya izin-izin pendirian perindustrian di daerah yang potensi dan surplus air, serta banyaknya izin-izin pembangunan perumahan / perhotelan di daerah pegunungan / pedesaan yang seharusnya disana sangat berpotensi sebagai lumbung padi melalui pertanian-pertanian. Akan tetapi sebutan Indonesia sebagai Negara Agraris saat ini hanya tinggal sebutan saja, pemerintah telah gagal melakukan pembangunan ketahanan pangan nasional, mengapa? Karena terbukti dengan adanya bencana kelaparan / kurang gizi yang terjadi di Kabupaten Yakuhimo, Papua. Sehingga pemerintah mengizinkan import beras 250.000 ton. Apakah bencana kelaparan dan gizi buruk menjadi hal yang mengharuskan pemerintah mengeluarkan izin import beras? Kalau seperti ini mana yang disebut-sebut sebagai pembangunan ketahanan pangan? Apakah pangan yang dimaksud harus berbentuk beras? Bagaimana dengan ketahanan pangan local yang sebenarnya menjadi kekayaan negeri ini, yang seharusnya mendapat perhatian cukup dari pemerintah untuk dipertimbangkan peningkatannya? Seperti halnya umbi-umbian, kalau tidak salah sebagaian besar masyarakat di Papua ada yang punya makanan khas sebagai makanan pokok yakni ubi? Nah seharusnya makna dari katahanan pangan itu sendiri dipahami terlebih dulu oleh pemerintah kita bahwa tidak hanya beras, tapi negeri kita yang gemah ripah loh jinawi ini telah menyediakan banyak sekali potensi-potensi local ( jenis ubi-ubian ) yang perlu dilestarikan dan dikembangkan sebagai sumber pangan utama non beras yang berpotensi sebagai pendukung pembangunan ketahanan pangan nasional.

Ternyata kalau boleh kita kaji ulang apa yang selama ini kita sebut-sebut sebagai kemajuan teknologi / pembangunan ekonomi, berkontribusi membawa dampak negative yang cukup berat terhadap lingkungan di sekitar kita. Banyaknya polusi dari pabrik-pabrik, dari pertambangan, dari kendaraan bermotor, belum lagi dari pembakaran hutan yang menyebabkan semakin menipisnya lapisan ozon sehingga bumi tidak lagi mampu menahan jatuhnya meteor / bintang atau material lain dari langit dan bahkan sinar ultraviolet dari matahari yang berpotensi menimbulkan penyakit bagi manusia.
Peningkatan suhu bumi yang mencapai satu derajat celcius mengakibatkan peningkatan air di lautan yang mengakibatkan beberapa pulau kecil khususnya di Indonesia menghilang, dan berkurangnya sumber daya kelautan akibat banyak karang mati sebagi sumber utama plankton bertahan hidup. Perubahan curah hujan di Jawa yang menjadi 5 bulan pada beberapa tahun terakhir mengakibatkan gagal panen secara besar-besaran dan kekeringan yang cukup panjang pada musim kemarau. Jika ini dibiarkan bukan tidak mungkin akan terjadi kelaparan secara besar-besaran.
Penyebab utama dari semua itu adalah penggunaan bahan bakar fosil yang terlalu berlebihan dan kebaran hutan. 90% carbon di atmosfer disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil , sisanya dari kebakaran hutan dan peternakan. Jika di Indonesia 30% dari penggunaan bahan bakar dan 70% dari pembukaan lahan hutan secara illegal yang mencapai 37 kali luas lapangan bola setiap menitnya pada 10 tahun terakhir.
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup ( PPLH ) Seloliman adalah sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) dibawah naungan Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman ( YLHS ) yang bergerak dalam bidang pendidikan lingkungan secara non formal yang dapat dikatakan cukup diperhitungkan dalam tingkat Nasional maupun Internasional. Pada kesempatan kali ini bermaksud mengajak para pihak untuk berbagi peran dalam misi menyelamatkan bumi dan isinya dari kerusakan global. Dalam rangka menyongsong peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia PPLH akan menyelenggarakan sebuah Workshop dan Aksi Penanaman Bersama dengan Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur “ Syaifulloh Yusuf “. Adapun tema dari aksi tersebut adalah “ Perubahan Iklim Mengancam Keanekaragaman Hayati dan Ketahanan Pangan Nasional “
Pemilihan topic ini dilandasi dengan kondisi lingkungan yang sedang berkembang di Indonesia dan dunia saat ini serta adopsi dari tema peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-Dunia ( World Environment Day 2010) yang dihubungkan dengan pencangangan tahun 2010 sebagai tahun Keanekaragaman Hayati / Biodiversity .
Dengan menyongsong perigatan hari lingkungan hidup sedunia kali ini diharapkan seluruh peserta kegiatan (mitra, pemerhati lingkungan, sekolah, petani, pemerintah, industriawan dan semua masyarakat ) dapat memahami kondisi lingkungan saat ini serta dapat melakukan upaya-upaya sederhana dalam rangka penekanan peningkatan pemanasan global yang berakibat buruk bagi Ketahanan Pangan Nasional Indonesia.
TUJUAN
• Menyongsong peringatan Hari Lingkungan Se-Dunia melalui lokalatih dan aksi penanaman bersama
• Mensosialisasikan tentang kondisi lingkungan saat ini
• Memberikan contoh-contoh sederhana tentang upaya penekanan pemanasan global dan cara adaptasinya.
• Mempererat hubungan PPLH dengan para mitra dan multy stakeholder
INDIKATOR KEBERHASILAN
• Terlaksana Lokalatih dengan diikuti minimal 50 peserta
• Adanya aksi penanaman di sumber mata air lereng Gunung penanggungan dan jalur Ngoro-PPLH

WAKTU: Tanggal 26-27 Mei 2010

AGENDA KEGIATAN :
Hari Pertama
08.00 Registrasi/welcome drink
09.30 Pembukaan Lokalatih oleh Bapak Wagub Jatim “Syaifulloh Yusuf”
Diskusi Panel dengan Wagub Jatim
10.30 Aksi Penanaman bersama dengan Bapak Wagub sepanjang jalur PPLH-Ngoro dan Sumber Mata Air Lereng Gunung Penanggungan
11.30 Lunch
13.00 Materi 1. oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian Jakarta, Dr. Achmad Suryana
14.30 Materi 2. Keanekaragaman Hayati oleh Ketua Dewan Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Timur “ Drs. H.Abdul Latif Burhan,MPSl”
16.00 Istirahat
18.00 Makan Malam
19.00 Materi 3. oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Jawa Timur
21.00 Istirahat
Hari Kedua
07.00 Breakfast
08.00 Observasi PPLH
09.00 Materi 4. Oleh Yayasan Lingkungan Hidup Seloliman ( YLHS )” Drs.H.Satrijo Wiweko,MT”
10.00 Pembuatan RTL
11.00 Pembagian Sertifikat dan Penutupan
12.00 Lunch
13.30 Sayonara….

PESERTA :
Siswa Sekolah, Guru-guru, Mahasiswa, Pemerhati Lingkungan, Dinas-dinas Terkait, Mitra PPLH

LOKASI:
PPLH SELOLIMAN, Ds. Seloliman Kec. Trawas Mojokerto Jawa Timur
Telp : 0321 7221045/6818754
Fax : 0321 6818754
Email : pplh@indo.net.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s