Ketakutan PKB ’Hiasi’ Deklarasi Nasdem Jatim

oleh : prayogi waluyo
dimuat di swara rakyat

EKSISTESI organisasi masyarakat (ormas) Nasional Demokrat (Nasdem) di peta politik nasional, ternyata menebarkan rasa was-was dan ketakutan yang berlebihan bagi beberapa partai politik (parpol) besar. Demikianlah atmosfer yang terproyeksi pasca deklarasi Nasdem Jawa Timur di Aula Jatim Expo Jl. A. Yani, Surabaya, Minggu (25/7).
Salah satu partai besar yang jujur dalam mengakui kekhawatiran partai akan kemunculan Nasdem adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sikap itu terproyeksi dari larangan partai agar kader PKB tidak bergabung ke ormas yang dipimpin “Raja Media” Surya Paloh dan didukung para tokoh nasional, seperti Sri Sultan Hamengku Buwono X, Khofifah Indar Parawangsa, Siswono Yudo Husodo, Budiman Sujatmiko, Meutya Hafid, dan masih banyak lagi.

Sikap PKB yang keras itu diungkapkan Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah PKB Jawa Timur Khairuddin Abbas. Ia menegaskan, bahwa partai menyiapkan sanksi bagi kader PKB yang terikat secara organisasi dengan Nasdem. Bahkan, seluruh kader dilarang mengikuti semua kegiatan Nasdem. Larangan ini bahkan dikeluarkan melalui hasil Mukernas PKB di Jakarta, 21-23 Juli 2010.

PKB Jatim bahkan mengancam akan menindak tegas terhadap kadernya yang tidak mengindahkan keputusan dan instruksi partai tersebut. “Sikap tegas itu semata-mata untuk menegakkan disiplin partai dan menyolidkan kekuatan partai. Ini sesuai mekanisme partai,” pungkasnya.

Kekerasan sikap partai itu, menurut ia, karena partai mengharapkan semua kader PKB fokus pada pembesaran partai menuju Pemilu 2014. Ini karena dalam pemilu mendatang ada wacana untuk menaikkan ambang batas parlemen pada Pemilu 2014. ”DPW PKB Jatim akan mengonsentrasikan diri pada konsolidasi dan kaderisasi menuju 2014,” ujar pria yang biasa bicara ceplas-ceplos ini.

Statemen keras yang dilontarkan PKB itu secara politis terletup dari susunan pengurus Nasdem Jatim yang didominasi para tokoh PKB. Jabatan ketua yang dipercayakan pada Hasan Aminudin. Sedangkan Bupati Probolinggo ini juga menjabat Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Jatim versi Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Penunjukan Hasan juga mematahkan spekulasi mantan calon gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan memimpin Nasdem Jatim. Menurut Ketua DPP Nasdem Surya Paloh, Khofifah sudah menjadi salah satu ketua di DPP Nasdem. Karena itu, tidak mungkin meminta Khofifah merangkap jabatan.

Pengurus Nasdem Jatim lainnya, adalah pengurus Garda Bangsa pro Gus Dur, Raylis dan Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Jatim Maskur Haz. Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPW PKB Jatim Aminurrokhman menjadi salah satu deklarator. Sementara Sekretaris DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jatim Muhammad Mirdasy tercatat menjadi Sekretaris DPW Nasdem Jatim. Mirdasy adalah anak mantan Ketua PW Muhammadiyah Jatim, KH Abdurrohim Nur. Selain itu, Mirdasy juga pernah menjabat Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Jatim.

Nama-nama lain yang juga masuk kepengurusan adalah Ayu Soetarto, Sufiyanto, Suyoto, Sunartoyo, Ibnu Setiawan, Istibsjaroh, Suparto Wijoyo, Sukowidodo, Bingky Irawan, dan Mufti Mubarok, Selain itu ada, George Hadiwiyanto, Fitradjaja, dan Imam Sugiri.

Mantan Gubernur Jatim Basofi Sudirman menjabat Ketua Dewan Pertimbangan DPW Nasdem. Sementara Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) Chairul Anam menjadi salah satu Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPW Nasdem Jatim. Adapun Rektor Universitas Surabaya Wibisono Hardjopranoto menjadi Ketua Dewan Pakar.

Basofi Sudirman seusai pelantikan menyatakan, dirinya bergabung dengan Nasdem karena inisiatif pribadi. Bukan ajakan pihak lain. “Bangsa ini telah kehilangan identitasnya dan kita harus kembali ke identitas bangsa ini. Kita harus bekerja. Pengembalian identitas Indonesia ini perlu segera dilakukan. Lewat ormas Nasional Demokrat ini, langkah untuk mengembalikan identitas Indonesia ini bisa dilakukan,” tegas pelantun lagu dangdut Tak Semua Laki-laki ini.

Melalui Nasdem, lanjut dia, perubahan kehidupan berbangsa bisa dilakukan dengan optimal. Pasalnya, organisasi ini bukanlah organisasi politik atau organisasi yang penuh dengan kepentingan kelompok. Untuk diketahui, sebanyak 45 tokoh masyarakat Jatim menjadi deklarator Nasdem. Sedang inisiatornya di antaranya adalah Basofi Sudirman, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah-Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang) dan KH Fawaid Asad Syamsul Arifin (Pesantren Salafiyah Syafiiyah Situbondo).

Dalam acara pengukuhan inisiator dan deklarator Nasdem Jatim itu tampak hadir sejumlah tokoh nasional seperti Bachtiar Aly, Khofifah Indarparawansa, pengacara kondang OC Kaligis, Effendi Choirie (PKB), dan Rustriningsih (Wakil Gubernur Jawa Tengah). Juga ribuan simpatisan Nasdem dari Ngawi, Tuban, Bojonegoro, Kediri, Mojokerto, Surabaya, Madura, dan Sukoharjo (Jawa Tengah).

Sebagai informasi, Jatim merupakan provinsi ke-10 untuk kegiatan deklarasi Nasdem setelah Jakarta, Makassar, NTT, Bangka Belitung, Aceh, Lampung, Kepulauan Riau, Sulawesi Barat, Sumatera Utara dan Kalimantan Timur.
Tidak Dilarang

Ancaman yang dilontarkan PKB dan beberapa parpol yang melarang kadernya untuk bergabung dalam Nasdem, ternyata dianggap Surya Paloh semagai semilirnya angin lalu. Tiupanya tidak melahirkan ketakutan, tapi justru memberikan motivasi untuk meningkatkan kwalitas diri. Sikap pria brewok ini muncul, karena dirinya berkeyakinan Nasdem hanyalah organisasi massa yang mengusung gerakan perubahan dan bukan sebagai parpol.

“Tidak ada Undang-undang di Indonesia yang melarang warga negara untuk bergabung dalam suatu organisasi massa. Yang pasti tidak ada benturan etika sama sekali dalam hal ini. Saya serahkan masalah itu kepada pribadi masing-masing yang telah bergabung ke Nasdem,” kata Surya Paloh dalam sesi konferensi pers usai deklasi.

Selain itu, Surya juga menegaskan, bahwa dirinya tidak berniat menjadikan gerakan perubahan Nasdem sebagai partai politik (parpol). Ini karena parpol di Indonesia saat ini sudah terlalu banyak. Nasdem malah ingin memposisikan diri sebagai sahabat semua parpol. “Tidak ada niat sedikit pun menjadikan Nasional Demokrat sebagai parpol. Kami tidak ingin berhadapan dengan satu atau dua parpol yang ada. Nasdem hanya ingin membangun optimisme bangsa yang mulai kehilangan masa depannya melalui gerakan perubahan,” tegasnya.

Karena itu, seusai ziarah di makam Gus Dur di komplek pondok pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (24/7). Surya mengatakan, bahwa Nasdem yang dipimpinnya ibarat sebuah buku dengan seribu halaman. Pada halaman ke seribu itulah Nasdem bisa menjadi partai politik.

Dalam arti, untuk saat ini belum ada pemikiran Paloh menjadikan Nasdem menjadi Parpol. Hal tersebut membutuhkan proses yang cukup panjang. “Ibarat membaca buku setebal seribu halaman, kita harus membaca dulu secara detail 999 halaman. Nah, pada halaman ke seribu itulah kita akan mengambil kesimpulan. Yakni Nasdem menjadi parpol atau tidak,” katanya.
Pria berdarah Aceh ini beralasan, apa guna membangun sebuah partai dengan biaya miliaran rupiah jika hanya menjadi penggembira belaka. Mengumbar janji pada rakyat, tapi setelah ikut pemilu kemudian partai tersebut bubar. “Itu tidak ingin kami lakukan dengan Nasdem. Jadi sekali lagi belum ada pikiran untuk menjadikan Nasdem sebagai parpol,” katanya mengulang.

Pengasuh pondok pesantren Tebuireng Jombang, KH Salahudin Wahid alias Gus Solah, menilai, apa yang dilakukan oleh Surya Paloh itu cukup realistis. Artinya, untuk membangun partai itu membutuhkan proses yang cukup panjang. “Jadi apa yang dikatakan oleh bapak Surya Paloh itu cukup realistis. Memang, apa guna membuat partai tapi hanya untuk penggembira,” kata adik kandung Gus Dur ini.

Politik Sehat
Sementara Wakil Bendahara Logistik Bantuan Sosial DPP Nasdem Sugeng Suprawoto mengatakan, secara nasional Nasdem menargetkan 1 juta anggota dalam satu tahun pertama. Jumlah itu diharapkan tercapai pada Februari 2011 atau setahun usia Nasdem. Jumlah anggota diharapkan menjadi 5 juta orang pada 2012 dan 12 juta orang pada 2013.

Setelah itu, Nasdem akan melakukan survei terbatas untuk mengetahui kelompok anggota Nasdem. Jika diketahui minimal 70 persen anggotanya kepala keluarga, maka akan digelar referendum tentang bentuk Nasdem pada masa selanjutnya. “Anggota akan menentukan Nasdem menjadi partai politik atau tetap sebagai ormas,” ujarnya.

Berdasar pada eskalasi politik Indonesia yang dijubeli puluhan partai, pria berdarah Aceh ini mengusulkan dalam Pemilu 2014 dilakukan peningkatkan batas minimal parlimentary treshold (PT) menjadi 10 persen. Artinya, angka PT ini lebih besar 5 persen dibandingkan rencana pemberlakuan. “Secara kwalitatif, lebih sedikit parpol di Indonesia akan lebih bagus dan lebih mantap. Untuk itu, batas minimal PT harus ditingkatkan,” tukasnya.

Saat jumlah parpol semakin sedikit, menurut ia, atmosfer Demokrasi berpeluang besar untuk semakin sehat. Sebab partai yang mampu melewati ambang batas parlemen sebesar 10 persen, hanyalah partai dengan basis massa besar dan program jelas. ”Ada undang-undang mengatur penyederhanaan sistem politik, jalankan itu,” ujarnya. Surya juga menegaskan bahwa sampai saat ini Nasdem belum berpikir tentang pencalonan presiden untuk Pemilu 2014.

“Ada dua opsi yang harus kita pilih, masa bodoh dan tidak peduli dengan bangsa ini ataukah proaktif dan peduli. Nasdem mengambil opsi kedua, yaitu peduli pada kehidupan bangsa dan negara ini. Saya yakin rakyat Jatim tidak akan rela jika arah perjuangan bangsa tidak sesuai cita-cita kemerdekaan,” imbuhnya.

Dia kembali menegaskan, Indonesia telah jauh tertinggal dengan negara lain dalam hal prestasi atau kemajuan pembangunan. Indonesia mempunyai fakta memiliki kekayaan alam yang luar biasa, tapi fakta yang berbicara saat ini Indonesia belum menjadi bangsa besar atau perkasa.

“Kita tidak mempunyai lagi optimisme memiliki masa depan bangsa. Semangat gotong royong yang kaya membantu yang miskin telah hilang, tapi terjebak semangat individualisme seakan-akan tidak ada hari kiamat,” pungkasnya. *prayogi/vd

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s