WALI Gelar Pelatihan Wirausaha Alternatif Perempuan Desa

Dra. Sri Wuryani dan Endang dari WALI (kaos puitih) bersama peserta pelatihan (pw1)

Risnani Pudji Rahayu memberi materi (pw1)


Teks/foto : prayogi waluyo
Mojokerto,Memo
Wahana Lentara Indonesia (WALI) menggelar Pelatihan Wirausaha Alternatif Perempuan Desa dengan materi Pemanfaatan Limbah untuk Kerajinan Tangan, yang berlangsung Kamis – Jumat (22-23/12) di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Acara diikuti 33 peserta dan dibuka Camat Pacet, Rosa Jani Witjaksono didampingi istri.
Dalam pelatihan ini peserta diberi bekal pengetahuan sekaligus praktek pengenalan, pengelompokan sampah rumah tangga dan pembuatan kreasi daur ulang dari sampah yang disampaikan oleh Risnani Pudji Rahayu, Pudji Winarni dan Wahyu Satria Bhakti pemateri asal Surabaya.
“Peserta kita beri bekal mulai proses awal hingga bagaimana pola pemasaranya. Bahkan kita akan membantu bilamana ada kendala dalam hal pemasaran. Namun tetap harus melalui kreteria layak jual dan kriteria tersebut juga kami sampaikan,” jelas Wahyu.
Dengan kreasi daur ulang dari sampah rumah tangga, lanjut Wahyu Satria Bhakti kita bisa membuat hasil karya seni yang memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Sebagai contoh, botol air minum bisa dibuat menjadi bunga plastik yang indah. Tas dari bungkus revil seperti tempat minyak goreng, deterjen dan cairan pengharum pakaian, taplak meja dari sedotan air bahkan kotak tisu terbuat dari daun kupu-kupu yang sudah dikeringkan.
Sedangkan Dra. Sri Wuryani dan Endang dari WALI memaparkan bahwa pelatihan ini untuk mengenalkan wirausaha altenatif bagi perempuan desa dengan memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonmis. “Dengan bekal ketrampilan ini akan muncul kreatifitas yang bisa bermanfaat bagi keluarga,” ujar Yani sapaan akrab Sri Wuyani.
Apalagi, lanjutnya peluang pasarnya masih cukup besar. Terbukti dari permintaan pasar masih banyak yang belum terpenuhi. “Permintaan pasar bukan hanya dari dalam negeri namun sudah merambah ke luar negeri seperti negara Jepang dan Malaysia yang paling banyak minta pasokan,” terang Wahyu Satria menambahkan seraya mengaku belum bisa memenuhi permintaan pasar dari luar negeri
Dra. Sri Wuryani sangat berharap pelatihan ini bermanfaat secara ekonomis bagi peserta yang notabenenya masyarakat yang tinggal di wilayah Kecamatan Pacet. Mengapa demikian? Karena dengan ketrampilan yang bakal diperoleh ditambah pengembangan kreatifitas, maka akan menghasilkan sebuah karya seni yang layak dijual di pasaran. Apalagi, wilayah Pacet merupakan salah satu destinasi wisata yang ada di Mojokerto paling banyak pengunjungnya.
“ Kalau hasil karya tersebut dipasarkan di tempat – tempat wisata serta restoran maupun hotel dan vila yang ada di wilayah Pacet maka akan menambah nilai plus bagi Pacet karena ada souvenir yang bisa dibawah pulang oleh pengunjung. Terpenting lagi bisa menjadi pendapatan tambahan bagi keluarga dan proses pengerjakan karya seni itu bisa dilakukan di rumah,” terang Yani yang diamini Endang.
Sangat penting lagi lanjut Yani dan Endang, adalah dengan komunitas para perempuan ini turut menjaga lingkungan dengan mengoptimalkan daur sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomis. Apalagi sampah plastik akan terurai sekitar 500 tahun. “ Dengan program pemberdayaan wanita peduli lingkungan inilah kita setidaknya turut menjaga kelangsungan bumi,” kata Yani yang mengibarkan bendera WALI sejak tahun 2009. (pw1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s