NU Gerah Pernyataan Bupati MKP Soal Miras Sehat

Desak Pemkab Terbitkan Perda Miras

muskercab nu 1
MOJOKERTO – Fenomena minuman keras (miras) jenis cukrik menewaskan 17 orang pasca perayaan tahun baru 2014 beberapa waktu lalu diam-diam menyita perhatian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Mojokerto. Salah organisasi masyarakat ((ormas) islam terbesar ini juga menyayangkan pernyataan kontroversi Bupati Mustofa Kamal Pasa (MKP) dengan menyebut minum bir itu sehat, pada peletakan batu pertama pembangunan pabrik minuman non-alkohol di PT Multi Bintang Indonesia (MBI) Mojokerto beberapa waktu lalu.

Atas dua hal itu PCNU lantas menerbitkan tausyiah atau rekomendasi yang harus segera disikapi semua elemen pemerintah. Meliputi Pemkab (Eksekutif), DPRD (Legislatif), Polisi dan Kejaksaan Negeri (Yudikatif). Satu diantara tausyiah tegas yang ditelurkan melalui Musyawarah Kerja (Musker) I PCNU di Ponpes Amanatul Ummah, Kembang Belor, Pacet pada 24-25 Januari 2014 adalah masalah penanganan sosial.

NU mendesak pemkab segera menetapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang larangan peredaran miras dan praktik-prktik prostitusi. ”Miras itu ya haram, tidak ada miras menyehatkan, dalam aturan agama sudah jelas larangannya. Ayat Alquran janganlah direka-reka. Sedikit atau banyak miras tetaplah haram,” ungkap Mustasyar PCNU KH Masyhul Ismail.
Pernyataan Kiai Masyhul sapaan KH Masyhul Ismail ini tentu menyindir pernyataan kontroversi yang disampaikan MKP dihadapan publik. Bahkan ucapan orang nomor satu di pemkab dengan menganggap minum bir menyehatkan badan belakangan di sayangkan oleh banyak pihak. Termasuk ormas-ormas Islam, seperti NU dan masyarakat bawah.

”Kami mohon pemkab bersama DPRD segera mungkin menerbitkan perda miras. Soal waktunya kapan itu terserah mereka, yang jelas kami meminta ini untuk disikapi secepatnya,” imbuh kiai yang juga menduduki Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mojokerto ini.

Desakan larangan peredaran miras yang juga disampaikan pada jajaran pengurus, MWC (Musyawarah Wilayah Cabang) dan ranting se kabupaten Mojokerto, lantaran NU menilai Mojokerto kini sebagai daerah mudah sasaran peredaran miras. Baik untuk jenis produksi yang dilegalkan pemerintah maupun miras oplosan alias cukrik illegal.

Tak urung masyarakat dengan mudah mendapatkan. Semisal dipertokoan, swalayan hingga warung remang-remang atau home industri. ”NU juga menyerukan kepada warga NU dan elemen struktulan di seluruh level untuk menyerukan gerakan perlawanan rakyat secara massif dan terbuka. Terhadap praktik-praktik prostitusi, perjudian, miras, obat-obatan terlarang dan pornografi,” tandas pengasuh Ponpes Khusnul Hidayah, Kemasan Tani, Gondang itu.

Ketua Tanfidz PCNU Kabupaten Mojokerto, KH Syihabul Irfan Arief, mengaku sangat menyayangkan pernyataan kontroversial bupati MKP soal bir bermanfaat bagi kesehatan peminumnya. Kendati secara resmi belum menentukan sikap apa yang akan diambil soal pertanyaan bupati tersebut, namun belakangan NU banyak menerima keluhan maupun pengaduan masyarakat.

Sebab, selain sudah menjadi opini publik, hal itu sudah tentu bertolak belakang dengan aturan agama dan sikap NU yang rahmatal lil alamin. ”NU sudah mendengar pernyataan itu, termasuk melalui pemberitaan di media. Tentu, disamping mendesak pemkab segera menindaklanjuti rekomendasi perda miras, kedepan bupati supaya lebih hati-hati menyampaikan pernyataan dihadapan publik,” sindir Gus Fan. (gie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s