14 Orang Terkubur Tanah Longsor di Ngrimbi, Jombang

Suasana evakuasi di Dusun KopenDesa Ngrimbi

Suasana evakuasi di Dusun KopenDesa Ngrimbi


Laporan dari Jombang : Prayogi Waluyo dan Moh Syafii
JOMBANG – Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jombang pada Selasa (28/1) dinihari. Akibat peristiwa itu belasan orang dari dua Kecamatan berbeda dan satu siswi kelas 4 sekolah dasar dilaporkan meninggal dunia.

Di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, tanah longsor menghantam wilayah tersebut. Peristiwa yang berlangsung pada Selasa dinihari itu membuat 14 orang terkubur. Dari proses pencarian korban hingga pukul 16.00 WIB, 7 orang ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.

Kepala Desa Ngrimbi, Sumarmi mengatakan, bencana tanah longsor yang melanda salah satu dusun di Desa Ngrimbi membuat sedikitnya 5 rumah mengalami rusak parah. 3 rumah diantaranya bahkan tidak berbentuk lagi dan rata dengan tanah.

Selain rumah, sedikitnya 14 orang terkubur tanah akibat longsor. “Mereka warga Desa sini (Ngrimbi). Sudah bertahun-tahun mereka tinggal di lokasi itu,” kata Sumarmi, Kades Ngrimbi ditemui di lokasi kejadian.

Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko memastikan, jumlah korban yang tertimbun longsor di Desa Ngrimbi sebanyak 14 orang. Mereka berasal dari warga setempat. “Dari laporan yang kami terima, korbannya ada 14 orang. Dikabarkan 6 orang sudah ditemukan dan sekarang korban lainnya masih dalam pencarian,” kata Nyono usai meninjau lokasi kejadian.

Dari proses pencarian korban, petugas gabungan yang terdiri TNI, Tim SAR, Brigade Penolong, Kepolisian, serta BPBD dan warga sekitar, sebanyak 7 korban berhasil ditemukan. Namun, nyawa para korban yang ditemukan tidak bisa lagi ditolong.

Korban yang berhasil ditemukan adalah Sariaji, Siti Nur Rochimah, Choirotun Nisa, Suhartanto, Bahrudin Ahmad dan Moh. Shodiq. Kelima korban ini diketahui tinggal dalam 1 rumah. Sedangkan, Moh. Shodiq saat itu sedang tidur di rumah Sariaji. Sementara korban ketujuh yang berhasil ditemukan adalah Lilik.

Ketujuh korban yang berhasil ditemukan petugas, selanjutnya disemayamkan di masjid Al Huda yang berada tak jauh dari lokasi tanah longsor. Jasad korban selanjutnya dimakamkan keluarga dipemakaman umum Desa Ngrimbi. Sedangkan, jasad Choirotun Nisak, warga asli Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, diambil keluarganya untuk dimakamkan di desa asalnya.

Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang, Nur Huda mengungkapkan, proses pencarian korban akan terus dilakukan hingga seluruh korban yang dilaporkan hilang akibat tanah longsor bisa ditemukan. “Yang lain masih dalam pencarian, kami berusaha agar seluruh korban bisa ditemukan,” katanya di lokasi tanah longsor.

Sementara penuturan warga yang dihimpun wartawan Berita Metro, bahwa Sariaji menghadiri pengajian sebelum terkena longsor. Sariaji, bersama anggota keluarganya diketahui aktif dalam kegiatan keagamaan di kampungnya. Malam sebelum musibah tanah longsor menerjang, dia bersama isteri dan anak-anaknya hadir di acara pengajian yang dilaksanakan di Masjid Al Huda, tak jauh dari rumah tinggalnya.

“Tadi malam ikut pengajian sampai jam setengah sebelas. Pak Sariaji memang aktif ikut kegiatan Masjid. Kejadiannya (tanah longsor) sekitar jam satu,” ungkap Ali Busa, pemuka agama di Dusun Kopen, Desa Ngrimbi.

Ahrani (60), warga setempat menuturkan, kejadian longsor yang menimbun sejumlah rumah di kampungnya dan mengubur belasan terjadi sekitar pukul satu dinihari. Hujan deras yang turun sejak hari diduga menjadi penyebab terjadinya longsor. “Kira-kira jam satu mas, sejak sore itu hujan terus,” katanya.

Sementara itu, Khotimah (22), warga setempat, berhasil selamat dari maut akibat terjangan tanah longsor. Dia, bersama suami dan mertuanya berhasil meloloskan diri terjangan tanah longsor, meski bagian depan rumahnya rusak parah. “(Kejadiannya) antara jam satu sampai setengah dua. Tadi malam tidak bisa tidur, saya batuk jadi tidak bisa nyenyak tidur,” katanya.

Dia menuturkan, kejadian longsor berlangsung cepat dan dia sendiri tidak mengetahui tanda-tanda khusus bakal terjadi longsor. “Tiba-tiba dengar suara bruk, di depan rumah juga seperti ada yang jatuh keras. Tiba-tiba suami saya ngajak lari,” tutur Khotimah. (msi/gie)

Air Setinggi 3 Meter Rendam 6 Desa
Sementara itu, selain diterjang tanah longsor, banjir juga menggenangi sebagian wilayah di Kabupaten Jombang. Wilayah yang terendam air akibat luapan sungai adalah 7 Desa di kecamatan Mojoagung.

“Ada enam Desa yang terendam banjir, diantaranya Desa Kademangan, Desa Betek, Desa Janti, Karangwinongan, Desa Mojotrisno dan Karobelah. Yang terparah di Kademangan dengan ketinggian bisa sampai 3 meter lebih, karena rumah hanya kelihatan wuwungnya saja,” ungkap Bupati Jombang, Nyono Suharli Wihandoko, saat mendatangi lokasi banjir.

Luapan air sungai pathak Banteng dan sungai Gunting Mojoagung mulai menggenangi rumah warga sekitar pukul setengah dua dinihari. Mendekati waktu pagi, ketinggian air terus bertambah, sehingga warga harus mengungsi. “Sekitar jam setengah dua banjir datang. Asalnya ya dari sungai tidak muat nampung air,” ungkap Agus (28), warga Desa Kademangan.

Camat Mojoagung, Senen mengatakan, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mojoagung mulai Selasa (28/1) dinihari, membuat sedikitnya 6.570 kepala keluarga (KK) pada 6 Desa harus merelakan rumahnya terendam air. “Yang paling banyak dari Desa Kademangan,” ungkap dia.

Senen menambahkan, akibat banjir, satu orang dilaporkan meninggal dunia. “Ada satu korban meninggal dunia. Korban berasal dari Desa Mojotrisno. Untuk kerusakan rumah, sampai sekarang belum terdeteksi. Ada beberapa desa yang banjirnya belum surut, jadi pendataannya belum selesai,” katanya. (msi/gie)

Korban Tanah Longsor Dusun Kopen Desa Ngrimbi, Jombang Senin (27/01)
Nama Jenis Kelamin Umur Keterangan
1 Sariaji LK – Suami 53 Ditemukan Meninggal
2 Siti Nur Rochima PR – istri 43 Ditemukan Meninggal
3 Choirotun Nisa PR -anak Sariaji 22 Ditemukan Meninggal
4 Suhartanto LK -anak Sariaji 25 Ditemukan Meninggal
5 Baharudin Ahmad LK -anak Sariaji 17 Ditemukan Meninggal
6 Sunarimo LK – Suami 61 Belum Ditemukan
7 Muchaiyaroh PR – istri Sunarimo 55 Belum Ditemukan
8 Panji Suprapto LK – Suami 30 Belum Ditemukan
9 Nurul Islamiyah PR – istri Panji 27 Belum Ditemukan
10 Nindi PR – anak Panji 3 Belum Ditemukan
11 Sail LK – Suami 48 Belum Ditemukan
12 Lilik PR – istri Sail 40 Ditemukan Meninggal
13 Fathur Rozi LK – anak Sail 17 Belum Ditemukan
14 Moh. Sodiq LK 32 Ditemukan Meninggal

Korban Tanah Longsor yang Ditemukan Selamat dan Dirawat di Rumah Sakit
1 Muzaini LK 50 Pasangan suami-istri
2 Ispriatin PR 45 Pasangan suami-istri
3 Khotimah PR
4 Bati PR Nenek

Korban Banjir di Mojoagung – Jombang
1 Febi Firdayanti PR 10 Meninggal
SD Karangwinongan II
Anak pertama Khoirum – Putra Susilo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s