20 Tersangka Pengeroyokan di Mojokarang, Dlanggu Dibekuk

KORBAN TEWAS DIDUGA SALAH SASARAN
MOJOKERTO (BM) – Dikeroyok puluhan pemuda usai menonton pertunjukan orkes dangdut, Kristianto (23) pemuda Dusun Ploso, Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Senin (5/5) malam, tewas mengenaskan saat menjalani perawatan medis di RS Sidowaras Bangsal.

Selain satu korban jiwa, motor Kawasaki Ninja milik korban hancur setelah dirusak para tersangka. Tak kurang dari dua jam usai kejadian, 20 pelaku berhasil diringkus Resmob Sat Reskrim Polres Mojokerto. Kapolres Mojokerto AKBP Muji Ediyanto didampingi Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP I Gede Suartika mengungkapkan, aksi pengeroyokan terjadi sekitar pukul 23.30, di Jalan kampung ini Dusun Mojogeneng, Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu.

Pengeroyokan tersebut hingga menyebabkan satu korban jiwa dipicu permusuhan lama antara pemuda Desa Kalen dan Mojokarang. Saat itu korban hendak mengantarkan temannya, Sulaiman ke Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja. Sedangkan 20 tersangka usai menonton konser dangdut di lapangan Desa Mojokarang.

’’ Semua tersangka berasal dari Dusun Kalen. Dan ini dendam lama antara pemuda Kalen dan Mojokarang ini yang sejak lama saling bermusuhan. Usai nonton konser sekitar pukul 22.30, para pelaku melihat korban berboncengan dengan Sulaiman, kemudian mereka menghadang di jalan desa dengan membawa batu dan kayu,’’ kata Muji kepada sejumlah wartawan, Selasa (6/5) petang.

Tanpa dikomando, lanjut Kapolres, para tersangka melempari korban hingga terjatuh dari sepeda motornya. Sulaiman yang dibonceng korban berhasil menyelamatkan diri. Namun Kristianto yang tak sempat melarikan diri menjadi bulan-bulanan para pelaku.

Sementara dari keterangan Sulaiman, salah satu korban yang selamat, saat kejadian ada dua massa pemuda yang sudah berkumpul. Satu massa berkumpul di makam Desa Mojokarang, sedangkan massa dari Desa Kalen berkumpul di lokasi berbeda yang juga di Desa Mojokarang. ’’Kedua korban malah berboncengan melewati massa pemuda Kalen karena hendak mengantar Sulaiman pulang ke rumahnya di Desa Mojokarang. Dikira mata-mata pemuda Mojokarang, sehingga keduanya diserang dengan batu dan kayu. Namun satu pemuda selamat,’’bebernya.

Akibat dari amukan para tersangka, korban mengalami luka di sekujur tubuhnya. Korban sempat dilarikan ke RS Sidowaras Bangsal dan selanjutnya di rujuk ke RSUD dr Soekandar Mojosari. Namun akibat luka parah di kepala bagian belakangnya, korban menghembuskan nafas terakhirnya.

‘’Sebanyak 20 tersangka kita tangkap dan masih kita periksa dan satu pelaku masih kita buru. Jika terbukti, para pelaku kita jerat dengan pasal 170 ayat 3 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama terhadap orang lain hingga meninggal dunia. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara,’’ pungkas Muji.

Sementara itu, satu dari 20 tersangka pengeroyokan yang menewaskan Kristianto (23) adalah siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Gondang, Mojokerto. Akibatnya, Sugianto (16), warga Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu ini harus mengikuti Ujian Nasional (UN) hari ke dua untuk SMP sederajat dengan pengawalan ketat petugas

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP I Gede Suartika membenarkan salah seorang pelaku pengeroyokan yang menewaskan Kristianto masih duduk di bangku kelas IX SMP. ’’ Satu dari 21 pelaku yang dudah kita tangkap siswa SMP. Tadi pagi dijemput anggota Polsek Dlanggu di rumahnya dan diantar mengikuti UN di sekolahnya,’’ujarnya.

Terpisah, Kasman (54), ayah Sugianto mengaku sempat terkejut saat mengetahui anaknya ditangkap polisi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kebun di Taman Safari Prigen, Pasuruan ini baru mengetahui perbuatan putranya pagi tadi setelah ditelpon oleh keluarganya.

‘’Anak saya mengaku tidak terlibat memukuli korban. Dia (Sugianto) bilang hanya melempari sepeda motor korban, itupun karena disuruh temannya,’’terang Kasman saat ditemui di Sat Reskrim Polres Mojokerto. Dirinya mengaku cemas atas penangkapan yang dilakukan polisi. Sebab, masa depan putranya yang saat ini tengah menjalani UN di sekolahnya.

Ia khawatir, keterlibatan putranya dalam aksi pengeroyokan itu bisa membuat Sugianto tidak lulus UN. ’’ Anak saya sudah selesai ujian hari ini di sekolahnya, ini saya disuruh membawakan seragam sekolah untuk besok dan baju ganti anak saya. Mudah-mudahan anak saya tidak terlibat pengeroyokan sehingga bisa lulus ujian,’’ tukasnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s