Ditetapkan Tersangka Pengeroyokan, Seorang Pelajar Terancam Tidak Lulus UN

MOJOKERTO (BM) – Penetapan 20 tersangka pengeroyokan yang menewaskan Krisdiyanto (23), warga Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto oleh Polres Kabupaten Mojokerto nampaknya berimbas buruk kepada tersangka berinisial S yang berstatus pelajar. Meski ia diperbolehkan mengikuti ujian nasional SMP sederajat namun terancam tidak lulus.

Tersangka S (16) siswa kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs) Miftakhul Ulum, Desa/Kecamatan Gondang, Mojokerto menjadi tersangka bersama 19 pemuda lainnya . Kini nasibnya terancam tidak lulus . Kriteria kelulusan peserta ujian nasional diantaranya adalah moral dan etika.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto, Sumarsono menjelaskan, yang menentukan lulus atau tidaknya peserta UN tidak hanya nilai akademisnya saja, yang meliputi nilai UN dan nilai Sekolah. Namun juga ditentukan penilaian moral dan etika siswa sehari-hari.

Penilaian moral dan etika peserta UN ditentukan dalam rapat dewan guru di masing-masing satuan pendidikan. “Kalau terlibat perkara pidana secara moral dan etika sudah jelek, apalagi sampai terbukti dan dijatuhi sanksi pidana. Namun yang menentukan kelulusannya nanti forum rapat dewan guru di masing-masing sekolah,” jelasnya.

Sementara Kapolres Mojokerto, AKBP Muji Ediyanto mengatakan, S ditetapkan sebagai tersangka bersama 19 rekan satu kampungya karena telah melakukan tindak kekerasan hingga menyebabkan tewasnya Krisdiyanto. Namun proses hukum tetap disesuaikan dengan peran setiap tersangka.

“Para pelaku kami kenakan pasal 170 ayat 1, 2, dan 3 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan bersama-sama dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun. Para tersangka terancam sanksi pidana sesuai peran dan tingkat perbuatannya,” ungkap Muji.

Meski demikian, Muji menambahkan, S tetap diizinkan mengikuti UN di sekolahnya. Namun sejak kemarin, S harus mengikuti UN dengan dikawal anggota kepolisian. Bahkan pemuda asal Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu ini harus belajar di tahanan Mapolres setempat.”Orang tuanya kami suruh bawakan buku ke polres agar dia tetap belajar. Kami sediakan ruangan khusus untuk belajar. Sewaktu ujian, diantar petugas ke sekolahnya, setelah ujian kembali lagi ke polres,” ungkap Muji.

Diberitakan sebelumnya, Akibat dikeroyok puluhan pemuda usai menonton pertunjukan orkes dangdut, Kristianto (23) pemuda Dusun Ploso, Desa Segunung, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Senin (5/5) malam, tewas mengenaskan saat menjalani perawatan medis di RS Sidowaras Bangsal.Selain satu korban jiwa, motor Kawasaki Ninja milik korban hancur setelah dirusak para tersangka. Tak kurang dari dua jam usai kejadian, 20 pelaku berhasil diringkus Resmob Sat Reskrim Polres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Muji Ediyanto didampingi Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP I Gede Suartika mengungkapkan, aksi pengeroyokan terjadi sekitar pukul 23.30, di Jalan kampung ini Dusun Mojogeneng, Desa Mojokarang, Kecamatan Dlanggu. Pengeroyokan hingga menyebabkan satu korban jiwa dipicu permusuhan lama antara pemuda Desa Kalen dan Mojokarang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s