Polres Mojokerto Tetapkan Empat Tersangka Pelaku Usaha Pertambangan Batuan

11 Unit Bekhoe dan Puluhan Dump Truk Disita

Barang bukti hasil razia pertambangan berupa 11 bekhoe dan puluhan dump truk disita dan ditempatkan di halaman Mapolres Kabupaten Mojokerto (prayogi)

Barang bukti hasil razia pertambangan berupa 11 bekhoe dan puluhan dump truk disita dan ditempatkan di halaman Mapolres Kabupaten Mojokerto (prayogi)


MOJOKERTO – Polres Kabupaten Mojokerto menetapkan empat tersangka pelaku usaha pertambangan batuan ilegal dan melanggar izin usaha produksi (IUP) di wilayahnya. Tak sekadar itu, barang bukti (BB) hasil operasi terpadu penertiban di beberapa titik selama kurun waktu kurang dari satu bulan juga dipamerkan kepada wartawan di halaman Mapolres Jl Gajah Mada, Mojosari, Senin (09/06) pagi.

Penetepan empat tersangka disampaikan langsung Kapolres Mojokerto AKBP Muji Edyanto. Empat tersangka adalah H. Rochmad pemilik pertambangan di Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu; Parjo pemilik pertambangan di Dusun Semambung Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo

Sedangkan Agus Yudiono asal Waru, Sidoarjo menjalankan usaha pertambangan batuan di Dusun Buluresik Desa Manduro Mangun Gajah, Kecamatan Ngoro yang disebut-sebut mengambil alih pertambangan milik H. Muhkid warga Trowulan Mojokerto. Tersangka keempat Mohamad Anwar pelaku usaha juga Kades di Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo yang melakukan aktifitas usaha pertambangan di Desa Karangdiyeng. .

Kapolres menegaskan bahwa dari penyelidikan dan pemeriksaan ke empat tersangka ini diduga melanggar UU nomor 4 tahun 2009 tentang pengelolaan pertambangan mineral dan batubara (Minerba).

Empat tersangka ini berstatus sebagai pengusaha atau pemilik galian yang diungkap. Meliputi tiga galian diketahui ilegal atau tidak berizin, sedangkan satu galian berizin namun diduga melanggar batas koordinat produksi pertambangan. ”Pasal yang kita sangkakan adalah pasal 158, ancamannya maksimal 10 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar,” imbuhnya.

Tiga titik galian diduga kuat tidak mengantongi IUP meliputi berada di Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu; Desa Sumberagung Kecamatan Jatirejo; Dusun Buluresik Desa Manduro Mangun Gajah, Kecamatan Ngoro.

Sementara galian berizin, namun tetap dilakukan penindakan penutupan eksplorasi pertambangan mengarah berada di Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo. Tak lain disinyalir milik seorang kepala desa (kades) H. Mohammad Anwar ”Setelah kita lakukan pengukuran di galian itu melewati batas koordinat,” tandasnya.

Sementara, penyitaan BB yang masih berada di halaman Mapolres, adalah sebanyak 11 unit bekhoe (alat berat). Dan 19 unit truk digunakan mengangkut material tambang batuan. Meliputi 12 unit dump truk dan 7 unit truk biasa.

Sebagian terlihat masih berisi muatan batu dan tanah uruk. ”Beberapa alat bukti itu hasil sitaan untuk tiga jenis lokasi galian C. Meliputi galian bebatuan, sirtu (pasir dan batu) dan galian tanah (uruk),” paparnya.

Proses penyidikan pun hingga kemarin masih dilangsungkan tim penyidik pidana ekonomi (pidana ekonomi). Selain memeriksa belasan sopir truk pengangkut hasil galian dan 11 operasi bekhoe, juga sudah memanggil empat tersangka. Mereka diperiksa perihal kepemilikan galian, IUP serta jenis pelanggaran yang sudah dilakukan.

Kapolres berjanji akan melanjutkan kasus ini sesuai hukum berlaku. Ia menepis penertiban izin pertambangan yang telah dilakukan bersama tim terpadu sekadar shock therapy. “tetap kita proses hingga P21 selanjutnya kejaksaan yang akan menlanjutkan kasus ini,” ujarnya. (gie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s