Pembunuh Mahasiswa Unipa Surabaya Dituntut 20 Tahun

Restu Eka Brianti (baju putih) ketika di kantor Kejari Mojoketo kini didakwa tuntutan 20 tahun penjara oleh JPU dalam persidangan di Pengadilan Negeri Mojokerto

Restu Eka Brianti (baju putih) ketika di kantor Kejari Mojoketo kini didakwa tuntutan 20 tahun penjara oleh JPU dalam persidangan di Pengadilan Negeri Mojokerto


MOJOKERTO (BM) – Pemerkosa dan pembunuh Fita Fitria Dewi (21) Mahasiswi Universitas PGRI Adibuana (UNIPA) Surabaya dituntut 20 tahun penjarah oleh Jaksa Penuntut Umum, Zulkifly Nento SH. Dalam sidang agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Mojokerto, kedua tersangka didakwa melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Sidang kasus pembunuhan mahasiswi Universitas PGRI Adibuana (UNIPA) jurusan tata busana semester VII asal Jalan Lawu, Kota Jember ini digelar di Pengadilan Negeri Mojokerto dengan menghadirkan dua orang terdakwa. Masing-masing Yunanda Bagus Putra (25) dan Restu Eka Brianti (23).

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Voni Trisaningsih SH, keduanya didakwa telah melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Keduanya dituntut 20 tahun penjara.

Sunustio Nugroho, Kuasa Hukum, Restu Eka Brianti menjelaskan meski mengakui jika kliennya terlibat pembunuhan terhadap Fita Fitria Dewi namun pihaknya mengakui keberatan dengan tuntutan 20 tahun penjara. Pihaknya keberatan karena dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum, Zulkifly Nento SH tidak jelas siapa pelaku utama pembunuhan sadis itu.

Kasus pembunuhan terhadap Fita Fitria Dewi juga dikenal sebagai model foto terjadi pada pertengahan November 2013. Korban ditemukan tidak bernyawa di hutan Desa Claket Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Pembunuhan ini tergolong sadis, pasalnya pelaku selain menguras harta benda korban dan membunuhnya, terdakwa Yunan juga tega memperkosa korban.

Diberitakan sebelumnya,terungkapnya identitas korban diketahui sejumlah teman-temannya setelah melihat foto mahasiswi cantik beredar melalui brodcast via BBM. Karena penasaran, mereka lantas mengecek ke kamar mayat RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari. Nah, setelah dicek, ternyata ciri-ciri serta busana yang dipakai adalah Fita Fitria Dewi.

Kali pertama mayat ditemukan Koliput (25) warga RT 03 RW 04 Dusun / Desa Claket sekitar pukul 15.00. Saat itu, saksi hendak mengambil daun senggon untuk pakan ternaknya. Ia sempat kaget, melihat glangsing yang ternyata sosok perempuan yang sudah meninggal dunia. (gie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s