Polres Mojokerto Bidik Anggota DPRD, Tersangka Baru Penambang Batuan Ilegal

tesk & foto : prayogi waluyo

Polres Mojokerto menindak tegas terhaap lokasi pertambangan batuan yang tidak mengantongi izin dan melanggar titik koordinat

Polres Mojokerto menindak tegas terhaap lokasi pertambangan batuan yang tidak mengantongi izin dan melanggar titik koordinat


MOJOKERTO (BM) – Setelah menetapkan empat tersangka dalam kasus dugaan pertambangan batuan ilegal, Polres Mojokerto segera membidik tersangka lain. Meski secara resmi belum ditetapkan, namun bidikan mengarah pada salah satu anggota DPRD Kabupaten Mojokerto periode 2009-2014, Senedi.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP I Gede Suartika menjelaskan, proses penyelidikan kasus pertambangan batuan tak berizin milik Senedi terus bergulir. Selain masih mengumpulkan keterangan para saksi, penyidik Satreskrim tengah menyiapkan rencana pemanggilan terhadap wakil rakyat tersebut. ”Proses penyelidikan galian C milik bersangkutan masih berjalan,” ungkapnya, Jumat (13/06) d ruang kerjanya.

Namun, rencana pemanggilan anggota anggota Komisi A (Bidang Pemerintahan dan Perundang-undangan) dalam waktu dekat tidak mudah terealisasi. Menyusul warga asal Desa Tempuran, Kecamatan Pungging ini masih menyandang status sebagai anggota DPTD periode 2009- 2014. Dan berakhir Agustus mendatang.

Sehingga, sebelum melakukan pemanggilan untuk diperiksa, penyidik sebelumnya harus mendapat lampu hijau dari Gubernur Jatim, Soekarwo. ”Artinya meski dia sebagai pengusaha galian, tapi status anggota dewannya tetap melekat. Dan untuk memanggil bersangkutan aturannya harus izin Gubernur dulu,” tambahnya.

Sebelumnya, polisi menutup paksa galian C milik Senedi di Dusun Bendungan, Desa Tempuran, Kecamatan Pungging pada 24 April lalu. Penutupan disertai penertiban ini menyusul laporan adanya eksplorasi pertambanagan galian di lahan seluas 2 hektare yang berjalan.

Meski telah habis masa izin operasional. Yakni, izin pertambangan rakyat (IPR) sebelumnya dikeluarkan pemkab melalui BPTPM (Badan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal). ”Pelanggarannya sudah jelas dia melakukan eksplorasi pertambangan namun tidak mengantongi izin. Sama artinya ini melanggar UU Minerba,” tandasnya.

Aturan tersebut tak lain adalah Undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pengelolaan pertambangan mineral dan batubara (Minerba). Bahkan jika nanti terbukti bersalah, Senedi bisa dijerat dengan pasal 158, ancaman hukumannya selama 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Sementara Kepala BPTPM Kabupaten Mojokerto Nurhono, menegaskan, dalam catatan perizinan pertambangan izin pertambangan rakyat (IPR) memang sudah habis. ”Setahu kami IPR di desa itu habis sejak setahun yang lalu,” katanya.

Surat IPR bernomor 188.45/486/HK/316-012/2011, diketahui berlaku selama dua tahun. Dari tahun 2011 – 2012. Mengatasnamakan Kelompok Masyarakat Sri Mulyo, dibawah tanggung jawab Senedi. ”Jenis komoditas pertambangannya berupa mineral dan bebatuan,” tandas Nurhono.

Dikonfirmasi terpisah hingga kemarin sore Senedi belum memberikan tanggapan soal proses hukum pertambangan batuan miliknya diduga ilegal. Setelah dikonfirmasi melalui handphone (HP) beberapakali, namun dalam kondisi tidak aktif.
Sebelumnya Polres Mojokerto menetapkan empat tersangka dalam kasus serupa. Empat tersangka adalah H. Rochmad pemilik pertambangan di Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu; Parjo pemilik pertambangan di Dusun Semambung Desa Sumberagung, Kecamatan Jatirejo

Sedangkan Agus Yudiono asal Waru, Sidoarjo menjalankan usaha pertambangan batuan di Dusun Buluresik Desa Manduro Mangun Gajah, Kecamatan Ngoro yang disebut-sebut mengambil alih pertambangan milik H. Muhkid warga Trowulan Mojokerto. Tersangka keempat Mohamad Anwar pelaku usaha juga Kades di Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo yang melakukan aktifitas usaha pertambangan di Desa Karangdiyeng. (gie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s