Walikota Jenguk dan Santuni Korban Pengendara Motor Tertimpa Pohon

walikota-menjenguk-korban-yang-selamat-tertimpa-pohon. (foto :prayogi)

walikota-menjenguk-korban-yang-selamat-tertimpa-pohon. (foto :prayogi)


MOJOKERTO (BM) – Seorang pengendara motor yang sedang melintas di Jalan Bhayangkara Kota Mojokerto tertimpa pohon tumbang. Kejadian itu pada Selasa, (02/09) malam mengakibatkan satu korban tewas di lokasi dan satu lagi mengalami luka di bagian leher.

Saat itu korban mengendarai motor sedang berboncengan. Korban yang meninggal diketahui bernama Nur Hasan (45) warga Desa Sambiroto Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Sementara Andri Setiawan (23) Sinoman Gang 6 Nomor 38 Kelurahan Miji RT 03 RW 02 Kota Mojokerto, korban yang selamat dan mengalami luka di bagian leher.

Atas kejadian tersebut Pemkot Mojokerto tak tinggal diam dan memberi perhatian. Terbukti Walikota Mojokerto, Rabu pagi (03/9) menjenguk korban tertimpa pohon tumbang, yang sedang dirawat di Rumah Sakit Rekso Waluyo Kota Mojokerto.

Mas’ud Yunus mengatakan, sebagai pertanggungjawaban dan kepedulian Pemerintah Kota Mojokerto akan menanggung biaya korban baik Nur Hasan yang telah meninggal, dan Andri yang selamat atas kejadian itu dan sedang dalam perawatan di Rumah Sakit Rekso Waluyo hingga sembuh.

Dalam kesempatan ini, Mas’ud yang didampingi Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Mojokerto Suhartono menyerahkan uang santunan kepada keluarga korban di ruang pasien, di hadapan pimpinan Rumah Sakit Rekso Waluyo.
Nur Hasan merupakan karyawan yang bekerja di bank UMKM Kota Mojokerto. Sedangkan Andri adalah mahasiswa jurusan Teknik Informatika sebuah universitas di Jombang. Turut serta dalam besuk di rumah sakit ini Kepala BPM, Kabag Humas dan Protokol, Camat, dan Lurah.

Peristiwa naas yang menimpa Nur Hasan dan Andri Setiawan saat Nur Hasan yang membonceng Andri melintas di Jalan Bhayangkara mengendarai Honda Supra X warna hitam bernopol S 6093 N. Keduanya usai mengikuti kegiatan futsal bersama-sama rekan kerja di lapangan futsal Benpas – Benteng Pancasila.

Kabag Humas dan Protokol Pemkot Mojokerto, Dodik Heryana mengatakanpohon Sono Keling berdiameter 60 cm dalam kondisi keropos akibat sering digunakan untuk membakar sampah warga sekitar. Sehingga tak mampu menahan beban berat di bagian atasnya. Apalagi, pohon berumur puluhan tahun ini sudah doyong ke arah tengah jalan.(gie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s