Teller Cantik Pembobol Bank Mandiri Mojokerto Rp 5,1 Milyar Dituntut 9 Tahun

Yulita Kesant, terdakwa pembobol Bank Mandiri Cabang Mojokerto yang dituntut 9 tahun

Yulita Kesant, terdakwa pembobol Bank Mandiri Cabang Mojokerto yang dituntut 9 tahun


MOJOKERTO (BM) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Mojokerto menuntut terdakwa bekas kordinator teller Bank Mandiri Cabang Mojokerto, Yulita Kesanti, 36 tahun, dihukum penjara sembilan tahun dan membayar denda Rp 10 milyar subsider enam bulan pidana kurungan. Yulita didakwa membobol Bank Mandiri Cabang Mojokerto Rp 5,1 milyar.

JPU Dzulkifly Nento saat membacakan tuntutan di Pengadilan Negeri Mojokerto menuntut supaya majelis hakim memutuskan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam laporan maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank.

Terdakwa dituntut sesuai dakwaan kesatu pasal 49 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 yang diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan.

Berdasarkan dakwaan, Yulita diduga kuat menyalahgunakan dana nasabah Bank Mandiri Cabang Mojokerto dengan cara mentransfer ke sejumlah rekening bank lain dan melakukan setoran tunai ke sejumlah rekening bank lain dalam kurun waktu 13 Januari 2014 hingga 17 Februari 2014.

Setidaknya ada lima transaksi transfer Real Time Gross Settlement (RTGS) yang dilakukannya ke tiga rekening tujuan dengan nominal Rp 257 juta hingga Rp 1,27 milyar. Total uang yang ditransfer mencapai Rp 3,4 milyar.

Selain transfer, terdakwa juga memerintahkan bawahannya untuk melakukan setoran tunai ke empat rekening bank lain dengan nominal Rp 50 juta hingga Rp 750 juta. Total uang yang disetor ke rekening bank lain itu mencapai Rp 1,7 milyar. Sehingga total uang yang ditransfer maupun disetor ke rekening bank lain mencapai Rp 5,1 milyar.

Untuk mengelabui administrasi pembukuan bank, terdakwa melakukan sejumlah rekayasa catatan pembukuan seolah-olah tidak ada selisih akibat uang yang dibobol atau dialihkan ke rekening lain. Selain itu, terdakwa juga mensiasati penataan pecahan uang dalam brankas seolah-olah uang dalam brankas utuh atau tidak berkurang.

Pembobolan terungkap ketika ditemukan kekurangan saat Bank Mandiri Cabang Mojokerto melakukan setoran kliring ke Bank Mandiri Kantor Wilayah VIII Surabaya. Manajemen Bank Mandiri akhirnya melakukan audit dan memeriksa isi brankas.

Setelah dihitung, ditemukan selisih atau kekurangan dana nasabah sebesar Rp 6,06 milyar. Dana yang menurut pembukuan seharusnya Rp 26,9 milyar, ternyata setelah dihitung dalam brankas hanya tersisa Rp 20,8 milyar. Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kepada manajemen bank, terdakwa mengaku menggunakan uang tersebut untuk menebus paket barang senilai US$ 1 milyar dan berlian US$ 3,8 juta.

Menanggapi tuntutan jaksa, terdakwa Yulita maupun kuasa hukumnya, Woto Handoko, sama-sama akan melakukan pembelaan atau eksepsi. “Saya akan melakukan pembelaan secara pribadi,” katanya saat ditanya ketua majelis hakim Sifaurrasidin. Hal yang sama dikatakan Woto. “Kami juga akan melakukan pembelaan,” kata advokat asal Surabaya ini.
Woto mengkritisi dakwaan sesuai pasal 49 ayat 1 huruf a Undang-Undang Perbankan yang dijadikan dasar tuntutan jaksa. Woto membantah kliennya melakukan pemalsuan dalam catatan pembukuan bank.

“Tidak tepat kalau dikatakan pemalsuan karena semua catatan pembukuan sah, valid, dan bisa diterima oleh pimpinan bank,” katanya. ia yakin kliennya bakal bebas demi hukum karena ketidakcermatan jaksa dalam menerapkan dakwaan. “Saya yakin akan bebas,” ujarnya.

Sidang ditunda 16 September 2014 dengan agenda pembacaan pembelaan baik dari terdakwa maupun kuasa hukumnya. (gie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s