BPOM Temukan Kerupuk dan Terasi Mengandung Bahan Berbahaya

teks dan foto : prayogi waluyo

Tim Balai Besar POM Surabaya  sedang menguji sejumlah bahan pangan dan jajanan yang dijual di Pasar Tanjung Anyar, apakah mengandung bahan berhaya seperti Boraks, Formalin dan Rhodamin B (prayogi)

Tim Balai Besar POM Surabaya sedang menguji sejumlah bahan pangan dan jajanan yang dijual di Pasar Tanjung Anyar, apakah mengandung bahan berhaya seperti Boraks, Formalin dan Rhodamin B (prayogi)


MOJOKERTO (BM) – Warga Mojokerto yang suka mengkosumsi kerupuk dan sambal terasi kiranya harus lebih waspada. Pasalnya, hasil uji yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Surabaya pada kerupuk dan terasi ditemukan mengandung bahan berbahaya. Bila kedua makanan tersebut dikonsumsi secara rutin dalam tempo lama akan menyebabkan kanker.

Temuan adaya bahan berbahaya yang bercampur dalam kandungan makanan yang kerap dikonsumsi masyarakat ini setelah tim Balai Besar POM Surabaya melakukan pemeriksaan di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto pada Selasa (11/11).

Tim Balai Besar POM Surabaya memeriksa sebanyak 106 makanan yang dibawah warga yang ingin mengetahui kandungan dalam makanan tersebut. Apakah mengandung bahan berbahaya. Dari 106 makanan yang positif mengandung bahan berbahaya adalah kerupuk dan terasi.

Staf Sertifikasi dan Informasi Konsumen, BPOM Surabaya, Umi Baroroh mengatakan, bahan berbahaya yang ada dalam kandungan kerupuk dan terasi adalah jenis Boraks, Formalin dan Rhodamin B. Ketiga bahan berbahaya ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan.

Umi Baroroh memaparkan untuk mengetahui makanan yang mengandung formalin dan Boraks ciri-cirinya adalah tekstur sangat kenyal, lebih mengkilap dan tidak lengket serta berbau khas formalin. Sedangkan yang mengandung bahan Rhodamin B warna lebih mencolok dan cenderung berpendar serta banyak memberikan titik titik warna tdak homogin.

Sementara Kepala Balai Besar POM Surabaya, I Gusti Ngurah Bagus Kusuma Dewa mengatakan temuan ini sebagai indikator masih ada pedagang yang kurang peduli terhadap terhadap penggunaan bahan-bahan makanan tak layak konsumsi, yang akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Untuk menekan penggunaan bahan berbahaya dicampur dalam makanan yang dikomsumsi manusia, kata Bagus Kusuma Dewa, pihaknya akan lebih intens if lagi berkoordinasi dengan dinas kesehatan di kabupaten atau kota. Selain itu, BPOM meminta pelaku usaha agar tidak menerapkan cara curang.

“Kepada masyarakat diimbau apabila menemukan hal-hal yang dicurigai terkait obat dan makanan dapat meneliti kemasan, kadaluarsa, penempatan label halal, serta menghubungi layanan pengaduan konsumen Balai Besar atau Balai POM

Walikota Mojokerto, menjelaskan bahwa pengujian ini dimaksudkan agar warga dapat mengkonsumsi makanan dan minuman yang aman dari zat-zat yang membahayakan bagi tubuh seperti borax dan formalin.

Walikota berharap warga Kota Mojokerto agar selalu mengonsumsi makanan-minuman yang aman. “Insya Allah dengan cara seperti ini dengan didukung kesadaran masyarakat untuk mendukung pola hidup bersih dan sehat, maka warga Kota Mojokerto juga akan selalu sehat, hidupnya akan sejahtera. Karena kalau kita sehat, kita dapat beraktifitas bekerja dengan lancar,” serunya.

Dalam pemeriksaan kali ini, jika ditemukan zat yang berbahaya, maka pedagang yang menjual akan dilakukan pembinaan agar pedagang tidak lagi menjual produk berbahaya tersebut, dan makanan atau minuman itu akan disosialisasikan ke masyarakat.

“Saya menghimbau pada masyarakat, agar tidak menjual makanan-minuman yang membahayakan bagi tubuh. Dan agar berhati-hati mengkonsumsi makanan-minuman yang berbahaya dan selalu makan makanan yang sehat dan aman,” tutup Walikota. (gie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s