Kirab Haul Syech Jumadil Kubro Dirangkai Fashion Batik

teks dan foto : prayogi waluyo
Batik motif Gringsing koleksi Kabupaten Mojokerto sedang diperagakan oleh sejumlah siswi SMK Negeri Sooko pada acara  kirab Haul Syech Jumadil Kobro di Towulan Mojokerto Jumat 07 Nopember sekitar pukul 16.00 (prayo
MOJOKERTO (BM) – Ada yang beda pada kirab Haul Syech Jumadil Kubro 2014. Kali ini even wisata budaya yang menjadi agenda tahunan Pemkab Mojkerto juga dirangkai fashion busana batik motif Gringsing yang peragakan puluhan model di jalan sepanjang 500 meter dari Pendopo Agung hingga ke Komplek Makam Troloyo.

Fashion busana batik yang diperagakan 32 model dari siswi SMK Negeri Sooko ini merupakan terobosan panitia untuk menarik animo masyarakat pada Bulan Berkunjung Majapahit. Alhasil ribuan penonton memadati jalan sepanjang Pondopo Agung hingga Komplek Makam Troloyo di Desa Sentenorejo Kecamatan Trowulan pada Jumat (07/11) sore.

Beragam corak warna dan model busana batik motif Gringsing yang menjadi salah satu koleksi Kabupaten Mojokerto nampak menawan dan menarik sebagai gaun yang anggun untuk dipakai. Ungkapan kagum pun banyak dilontarkan para penoton ketika sang model melewati didepannya. “ ehmm nampak cantik dan anggun para model ketika memakai batik ini ya” ujar salah satu penoton kepada temanya.

Semarak kirab Haul Syech Jumadil Kubro kian menarik pononton ketika panitia juga menyuguhkan tiga gunungan tumpeng terdiri dari tumpeng nasi, tumpeng jajan pasar dan tumpeng hasil bumi. Suguhan tiga gunungan tumpeng kali ini berbeda katimbang even tahun lalu.

Menurut Kabag Humas Setdakab Mojokerto Erna Ekawti, pada kirab Haul Syech Jumadil Kubro kali ini ada tambahan gunungan tumpeng jajan pasar. “ Gunungan tumpeng jajan pasar dihiasi 13 macam jajan pasar sebanyak 2.600 yang disusun berbentuk gunungan. Dan bahan yang digunakan adalah beras dan ketan. Tidak menggunakan tepung.Terobosan ini merupakan usulan dari istri Bupati,” terangnya.

Sementara busana batik motif Gringsing yang nampak anggun dipakai 32 model itu ternyata merupakan hasil desain karya para siswi SMK Negeri Sooko. Termasuk kecantikan para model itu adalah rias para siswi jurusan kecantikan SMK Negeri Sooko.

Hal ini diketahui dari pengakuan Prapti WidodoKepala Sekolah SMK Negeri Sooko. “ Memang benar bahwa desain model pada busana batik yang dipakai para model itu adalah hasil karya anak didik kami di jurusan busana. Sedangkan kecantikan para model juga hasil make up rias siswi jurusan kecantikan,” aku Prapti Widodo.

Prapti Widodo pun menjelaskan bahwa fashion busana batik motif Gringsingan merupakan usulan istri bupati. Diharapkan dapat memberi nuansa beda dan rangkaian acara kirab Haul Syech Jumadil Kubro tidak monoton. Sehingga diharapkan dapat menjadi daya tarik masyarakat Mojokerto dan kedepanya bisa menarik wisatawan dari luar kota.

Sementara Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa berharap kedepan even ini bisa menarik animo masyarakat tak hanya dari Mojokerto melainkan luar kota. Menurutnya sudah selayaknya Mojokerto sebagai destinasi wisata.

Pernyataan bupati sangat diapresiasi Ketua Badan Promosi Pariwisata Dearah Kabupaten Mojokerto, H. Satuin Amd. SIP. “Pernyataan bupati merupakan sinyal positif terhadap perkembagan pariwisata Mojokerto kedepannya. Namun untuk mewujudkan perlu dukungan dan perhatian serius dari Pemda setempat. Apalagi Badan Promosi Pariwisata Daerah sudah dibentuk. Dan Mojokerto memiliki potensi wisata cukup besar, yaitu wisata alam, religi dan sejarah,” ujar H. Satuin. (gie)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s